Jakarta (pilar.id) – Tottenham Hotspur resmi memulai pembicaraan dengan pelatih Brentford, Thomas Frank, untuk mengisi posisi manajer tim utama usai pemecatan Ange Postecoglou. Pelatih asal Denmark itu menjadi kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi panas di klub London Utara tersebut.
Frank, 51 tahun, masih terikat kontrak dengan Brentford hingga 2027. Menurut sejumlah sumber, Tottenham harus mengeluarkan lebih dari £10 juta sebagai kompensasi untuk memboyong sang pelatih. Jumlah itu bisa meningkat tergantung pada jumlah staf yang ikut dibawa Frank jika resmi bergabung dengan Spurs.
Pemecatan Postecoglou diumumkan pada Jumat lalu, hanya 16 hari setelah ia mempersembahkan trofi Liga Europa—gelar utama pertama Tottenham dalam 17 tahun terakhir. Meski sukses di kancah Eropa, performa Spurs di Liga Inggris sangat mengecewakan. Mereka menutup musim 2024/25 di peringkat ke-17 dengan 22 kekalahan dari 38 pertandingan.
Sementara itu, Brentford tampil lebih stabil di bawah asuhan Frank. Klub yang bermarkas di London Barat itu finis di posisi ke-10, unggul tujuh posisi dan 18 poin di atas Tottenham. Sejak mengambil alih kursi pelatih pada 2018, Frank berhasil membawa Brentford promosi ke Premier League melalui jalur play-off pada 2021 dan menjaga konsistensi performa meskipun memiliki anggaran terbatas.
Perombakan Manajemen Tottenham Berlanjut
Tak hanya di posisi pelatih, Tottenham juga tengah menjalani restrukturisasi di level manajemen. Scott Munn, Chief Football Officer yang bergabung pada 2023 dan menjadi sosok penting dalam perekrutan Postecoglou, dikabarkan akan meninggalkan klub dalam pekan ini.
Perubahan ini menyusul penunjukan Vinai Venkatesham sebagai CEO baru yang resmi mulai menjabat pekan lalu. Selain itu, Direktur Eksekutif Donna Cullen juga telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Di tengah kekosongan jabatan penting tersebut, muncul kabar bahwa mantan Managing Director of Football, Fabio Paratici, tengah dalam proses negosiasi untuk kembali ke klub setelah masa hukuman FIFA-nya berakhir pada Juli mendatang. Paratici, yang dikenai sanksi atas dugaan penyimpangan finansial saat di Juventus, selama ini tetap bekerja secara konsultatif untuk Spurs.
Meskipun diminati sejumlah klub dari Timur Tengah, Paratici dikabarkan lebih memilih kembali ke Tottenham dalam kapasitas penuh begitu larangan FIFA-nya dicabut.
Musim Panas Genting untuk Tottenham
Dengan kebutuhan untuk menunjuk pelatih baru untuk tim pria dan wanita, serta restrukturisasi besar di tingkat manajemen, musim panas ini menjadi salah satu periode paling krusial dalam sejarah Tottenham.
Penunjukan Thomas Frank dipandang sebagai langkah strategis untuk mengembalikan stabilitas dan membawa kembali performa kompetitif Spurs di liga domestik dan Eropa. (mad/hdl)








