Pekanbaru (pilar.id) – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyambut hangat kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Pondok Pesantren Nurul Azhar, Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (12/7/2025) petang. UAS berharap, pertemuan tersebut menjadi awal dari persahabatan dan persaudaraan yang kokoh dan abadi.
Dalam sambutannya, UAS mengenang momen awal dirinya menjalin hubungan dengan kepolisian sejak kembali dari Maroko pada 2008.
“Saya pulang dari S2 Maroko tahun 2008, lalu diundang mengisi pengajian di rumah Kapolda Riau. Saat itu, istri Pak Arif Rahman yang mengundang saya. Beliau dulu di Krimsus,” ujar UAS mengenang.
Setelah itu, hubungan UAS dengan kepolisian terus berlanjut dan berkembang, terutama dengan sejumlah kapolda yang pernah menjabat di Riau. Salah satunya adalah Irjen (Purn) Condro Kirono, yang disebut UAS sebagai sosok yang menunjukkan perhatian besar terhadap dirinya.
“Ketika saya dihadang di Semarang, yang menjemput saya sampai ke Unissula adalah Pak Condro Kirono. Hubungan kami baik sejak beliau jadi Kapolda Riau,” ungkapnya.
Tak hanya itu, UAS juga menyebutkan sejumlah nama lain seperti Irjen Nandang dan Irjen Zulkarnain yang juga turut membina hubungan baik dengannya selama menjabat.
Polisi Bukan Sembarang Polisi
Secara khusus, UAS menyoroti sosok Irjen Herry Heryawan, yang disebutnya sebagai simbol dari polisi yang peduli terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan lingkungan.
“Puncaknya hubungan ini adalah pada masa besi bukan sembarang besi, besi dipakai membelah kayu. Polisi bukan sembarang polisi, tapi dia polisi yang peduli kepada pohon kayu,” ujar UAS dengan perumpamaan khasnya.
Kini, dengan kehadiran langsung Kapolri Jenderal Sigit, UAS menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah meskipun terdapat perbedaan latar belakang antara ulama dan aparat penegak hukum.
“Hari ini, terlepas dari segala perbedaan, kita bisa menjaga persaudaraan. Mudah-mudahan bersahabat sampai akhirnya waktu yang memisahkan kita,” tutur UAS dengan nada penuh harap.
Kunjungan Kapolri ke pesantren milik UAS ini dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat jembatan komunikasi antara tokoh agama dan institusi negara, serta mempererat tali persaudaraan lintas sektor demi membangun bangsa yang lebih harmonis.
Kehadiran Jenderal Listyo Sigit Prabowo di pesantren Nurul Azhar menjadi simbol silaturahmi yang kuat antara pemimpin kepolisian dan tokoh agama terkemuka. Momen ini diharapkan dapat memperkuat hubungan institusional dan personal dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai dan saling menghargai. (usm/hdl)










