Surabaya (pilar.id) – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat memadati kawasan depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (19/4), dalam Aksi Damai Bela Palestina. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan orasi penuh semangat dan menyerukan solidaritas kemanusiaan atas penderitaan rakyat Palestina.
Emil membuka orasinya dengan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang hadir atas dasar kepedulian dan panggilan nurani, bukan karena kepentingan pribadi.
“Hari ini, kita berkumpul bukan karena perbedaan atau kepentingan, tetapi karena semangat perjuangan yang menyatukan kita. Di manapun Anda berada di ujung dunia, akan ditemukan perjuangan untuk keadilan bagi rakyat Palestina,” ujar Emil di hadapan massa.
Suara Kemanusiaan Melawan Penindasan
Dalam orasinya, Emil menyoroti penderitaan rakyat Palestina, terutama perempuan dan anak-anak yang menjadi korban konflik berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa tragedi ini tidak boleh terus terjadi tanpa reaksi nyata dari masyarakat dunia.
“Cukup sudah nyawa tak berdosa menjadi korban. Dunia tak bisa terus menutup mata. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendoakan dan mendukung perjuangan ini,” tegas Emil.
Menurut Emil, aksi ini merupakan wujud nyata semangat kemanusiaan sebagaimana tercantum dalam konstitusi Indonesia, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Ia menekankan bahwa sebagai bangsa yang pernah dijajah, Indonesia punya tanggung jawab moral untuk mendukung kemerdekaan Palestina.
Solidaritas Tak Hanya Lewat Aksi
Emil juga mendorong masyarakat agar terus menyuarakan dukungan untuk Palestina di berbagai ruang, termasuk media sosial.
“Solidaritas tak hanya hadir secara fisik. Suarakan terus pesan perdamaian dan keadilan di dunia digital. Dunia telah bersuara, PBB telah bersuara, Mahkamah Internasional telah bersuara. Tapi perjuangan ini belum selesai,” ujar Emil dengan tegas.
Gedung Grahadi sebagai Simbol Perjuangan
Ia menyampaikan bahwa Gedung Negara Grahadi terbuka sebagai simbol perjuangan rakyat Palestina. Emil menegaskan bahwa suara rakyat Jawa Timur adalah bagian dari dukungan Indonesia secara menyeluruh.
“Ibu Gubernur berpesan: silakan jadikan gedung ini sebagai simbol perjuangan. Kami bersama panjenengan semua dalam perjuangan ini. Semoga Allah SWT meridhoi langkah kita,” tutupnya.
Aksi damai tersebut ditutup dengan doa bersama, menyatukan harapan agar penjajahan segera berakhir dan kedamaian sejati hadir di tanah Palestina. (ret/hdl)









