Jakarta (pilar.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi dampak dari siklon tropis 99W termasuk gelombang tinggi dan risiko kebakaran lahan.
Kania Mustikawati, Prakirawan BMKG mengatakan, saat ini, bibit siklon tropis 99W berada di Laut China Selatan, sebelah timur Vietnam, dengan kecepatan angin mencapai 40 km per jam dan tekanan udara minimum sebesar 108,9 hectopascal.
Kania juga menyampaikan bahwa potensi siklon tropis 99W ini diperkirakan akan meningkat dalam 24 jam ke depan, yang dapat menyebabkan tekanan angin dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 50 kilometer per jam, bertiup dari arah timur hingga tenggara.
“Masyarakat perlu waspada terhadap angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah-wilayah seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan mengenai gelombang laut dengan ketinggian berkisar antara 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia Barat Daya Sumatera.
Dampak dari siklon tropis 99W juga dapat memengaruhi suhu udara di kota-kota besar di Indonesia, dengan suhu berkisar antara 21 hingga 36 derajat Celcius, dan kelembaban udara berkisar antara 40 hingga 100 persen.
Angin yang bertiup kencang juga berpotensi memicu kebakaran pada lapisan atas permukaan tanah yang memiliki kategori sangat mudah terbakar. Wilayah-wilayah yang berisiko termasuk Sumatera bagian tengah hingga selatan, sebagian besar Pulau Jawa, dan Bali.
Selanjutnya, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), serta sebagian Maluku dan Papua bagian selatan. Kania menekankan, masyarakat yang berada di wilayah-wilayah tersebut untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. (hdl)









