Jakarta (pilar.id) – Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2023 berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas komitmen Pertamina dalam memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas yang berkreasi melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Penghargaan ini diberikan pada acara penutupan SMEXPO 2023 di Gandaria City Mall, Jakarta pada Minggu (5/11/2023). Triyono, Perwakilan MURI, memberikan penghargaan ini kepada Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, Erry Widiastono.
MURI memberikan penghargaan ini sebagai pengakuan atas komitmen Pertamina dalam memberikan pelatihan inklusi dan disabilitas yang berdampak positif. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan softskill, tetapi juga memberikan pasar dan peluang bagi pelaku UMKM disabilitas untuk bersaing di pasar global.
Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengungkapkan bahwa Pertamina telah memberikan pemberdayaan kepada lebih dari 500 penyandang disabilitas antara tahun 2022 hingga 2023. Beberapa di antaranya telah berhasil mandiri dan diterima oleh berbagai industri, seiring dengan perkembangan sektor UMKM yang semakin berkembang.
Komunitas disabilitas atau Sobat Istimewa Pertamina juga terlibat dalam SMEXPO 2023 melalui enam UMKM binaan, seperti Kresna Patra, Safina Quilt, Merajut Asa Kita, Rumah Jahit Lestari, Mutiara Handycraft, dan Batik Sasambo. Pembinaan UMKM ini menjadi salah satu upaya Pertamina dalam mendorong kemandirian masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, termasuk untuk komunitas disabilitas agar lebih percaya diri, berdaya guna, dan mandiri.
SMEXPO 2023 diselenggarakan di empat kota besar, termasuk Balikpapan, Semarang, dan Pekanbaru. Selama satu minggu di Gandaria City Mall, SMEXPO 2023 berhasil mencapai transaksi ritel senilai Rp1,3 miliar. Jumlah transaksi ini meningkat sebanyak 293% dibandingkan dengan SMEXPO Jakarta tahun 2022 yang mencapai Rp450 juta. Acara ini juga menunjukkan komitmen bisnis dengan transaksi senilai Rp13 miliar dari pembeli dalam dan luar negeri, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 miliar.
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, Erry Widiastono, berharap bahwa SMEXPO 2023 akan mendorong UMKM binaan untuk bergerak ke pasar internasional. Dengan SMEXPO, UMKM dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan dalam membaca tren pasar serta berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Erry menekankan bahwa SMEXPO 2023 bukan hanya sebuah pameran produk UMKM, tetapi juga sebagai wadah pembinaan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian mereka dalam membaca tren pasar. SMEXPO berhasil mencapai target omset penjualan senilai Rp1,3 miliar dari pembeli ritel dan Rp13 miliar dari potensi transaksi konsumen bisnis dalam dan luar negeri yang akan memesan dalam jumlah besar.
Temu bisnis yang diadakan dalam rangkaian SMEXPO 2023 berhasil mempertemukan pembeli potensial, termasuk pengusaha hotel, restoran, kafe, dan korporasi, yang merupakan langkah positif dalam mendorong pertumbuhan UMKM Pertamina. (hdl)










