Abu Dhabi (pilar.id) – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima anugerah bergengsi ‘Zayed Medal’ dari Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Yang Mulia Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).
Prabowo menerima penghargaan ini pada kunjungannya ke Istana Al Shati, Abu Dhabi, pada Senin (13/5/2024). Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas ketulusan dan upaya Prabowo dalam mempererat hubungan antara Indonesia dan UEA.
“Yang Mulia Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan menganugerahkan ‘Zayed Medal’ kepada Yang Mulia Prabowo Subianto,” demikian pernyataan dari Kantor Berita Resmi UEA, Wakalat Anba’a al Emarat (WAM), pada Selasa (14/05). “Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas upaya tulus beliau dan perannya dalam memperkuat hubungan kerja sama antara UEA dan Indonesia,” lanjut pernyataan tersebut.
Prabowo menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan tersebut dan merasa terhormat. Ia berharap hubungan antara kedua negara dapat terus berkembang sesuai dengan kepentingan bersama. “Saya merasa terhormat dengan anugerah ‘Zayed Medal’ ini. Semoga hubungan antara Indonesia dan UEA semakin erat dan tumbuh sesuai kepentingan bersama,” ujar Prabowo dalam keterangan foto yang diunggah di akun Instagramnya, @prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, MBZ juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo atas terpilihnya sebagai Presiden RI periode 2024-2029, serta kepada Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden terpilih. MBZ berharap pasangan Prabowo-Gibran dapat memimpin Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Kunjungan Prabowo dan Gibran disambut hangat oleh jajaran pimpinan UEA, termasuk Wakil Presiden UEA Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, Menteri Luar Negeri Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, Menteri Pertahanan Mohammed bin Mubarak Fadel Al Mazrouei, dan Putra Mahkota Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Dengan penganugerahan ‘Zayed Medal’ ini, diharapkan hubungan bilateral antara Indonesia dan UEA semakin kokoh, khususnya dalam sektor pertahanan dan kerjasama lainnya yang saling menguntungkan bagi kedua negara. (hen/hdl)









