Jakarta (pilar.id) – PT Hakaaston (HKA), anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) yang bergerak di bidang jasa layanan operasi (JLO) dan pemeliharaan jalan tol, terus memperluas jangkauan operasionalnya. HKA kini mengelola 14 ruas tol, meningkat dari sebelumnya 11 ruas. Tiga ruas tol baru yang kini dikelola oleh HKA adalah Tol Jakarta Outer Ring Road Section S (JORR-S), Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar, dan Tol Indrapura – Kisaran Seksi II (Lima Puluh – Kisaran).
Tol JORR-S yang mulai dioperasikan HKA pada April 2024 adalah ruas kedua di Pulau Jawa yang dikelola oleh perusahaan ini, setelah Tol Akses Tanjung Priok (ATP). Jalan tol ini memiliki volume lalu lintas tertinggi di Jabodetabek dengan lebih dari 150 ribu kendaraan per hari, sebelumnya dikelola oleh PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ).
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menyatakan bahwa pengambilalihan JLO Tol JORR-S oleh HKA adalah momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. HKA akan fokus pada layanan transaksi, lalu lintas dan pengamanan, serta pemeliharaan dan layanan umum.
“Kami berkomitmen memastikan proses transaksi cepat dan akurat, mengelola arus lalu lintas demi kelancaran dan kenyamanan pengguna, menjaga keamanan dan ketertiban, serta melakukan pemeliharaan rutin dan menyediakan layanan tambahan,” ujar Martin.
Lebih lanjut, Martin menjelaskan bahwa HKA telah mempersiapkan strategi untuk mengoptimalkan layanan di Tol Bangkinang – XIII Koto Kampar dan Tol Indrapura – Kisaran Seksi II, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Kedua ruas tol ini akan dan baru dioperasikan tanpa tarif.
Dalam persiapannya, HKA memberikan pelatihan khusus kepada personil baru dan menerapkan strategi manajemen pemeliharaan jalan yang tepat. Pelatihan mencakup kemampuan penanggulangan keadaan darurat, K3, kemampuan derek, dan komunikasi publik.
“Personil kami dilatih untuk berbagai tugas seperti penanggulangan keadaan darurat, K3, kemampuan derek, dan komunikasi publik. Kami juga mengoptimalkan utilitas kendaraan operasional, serta melakukan pemeliharaan rutin dan beautifikasi jalan,” tambah Martin.
Sejak bertransformasi menjadi perusahaan penyedia jasa layanan operasional dan pemeliharaan jalan tol pada akhir 2022, HKA kini mengelola 14 ruas jalan tol di Sumatra dan Jawa. Dari total tersebut, 11 ruas milik Hutama Karya, 2 ruas milik INA (Indonesia Investment Authority), dan 1 ruas milik PT Hutama Marga Waskita (Hamawas).
Bisnis JLO telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan HKA, dengan 68,5% pendapatan pada kuartal pertama 2024 berasal dari bisnis ini. Namun, HKA juga menghadapi tantangan seperti kondisi pemeliharaan ruas yang bervariasi, kondisi sosial masyarakat, dan ancaman keamanan.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik di tengah tantangan yang ada. Pemeliharaan rutin, manajemen lalu lintas yang tepat waktu, dan jaminan keamanan bagi pengguna jalan adalah fokus utama kami. Hingga akhir 2024, kami menargetkan beberapa ruas baru yang akan kami operasikan, termasuk Padang – Sicincin dan Jambi – Betung yang masih dalam pembangunan,” tutup Martin Nababan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, HKA memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan operasi tol terkemuka, memastikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan di seluruh ruas yang dikelolanya. (mad/hdl)










