Balikpapan (pilar.id) – Di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2024 yang digelar di Kota Balikpapan, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyempatkan diri mengunjungi Tugu Surabaya yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Balikpapan Selatan. Momen bersejarah ini menjadikan Eri Cahyadi sebagai Wali Kota Surabaya pertama yang mengunjungi tugu tersebut.
Tugu Surabaya dibangun di atas lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sebagai bentuk penghormatan kepada warga Kota Pahlawan yang menetap di Balikpapan. Wali Kota Eri Cahyadi mengungkapkan rencananya untuk memugar Tugu Surabaya guna terus menjaga semangat warga Surabaya yang tinggal di Balikpapan. Tugu ini juga berfungsi sebagai penanda untuk menyatukan seluruh warga Surabaya agar tetap guyub rukun dan saling menghormati.
“Tugu Surabaya ini adalah penanda untuk paguyuban warga Surabaya yang ada di Balikpapan. Insyaallah, tidak lama lagi kita akan pugar dan renovasi. Dengan ini, kita akan menyatukan seluruh warga Surabaya yang ada di Balikpapan untuk tetap guyub dan saling menghormati,” ujar Wali Kota Eri di sela-sela kunjungannya.
Didampingi jajaran Pemkot Surabaya, Wali Kota Eri menceritakan awal mula kunjungannya ke Tugu Surabaya. Dia tergerak setelah bertemu dengan warga Surabaya yang merantau di Balikpapan dan menunjukkan gambar atau foto Tugu Surabaya. Hal ini memotivasi Eri untuk melihat langsung dan berencana memugar tugu tersebut.
Bertepatan dengan Rakernas XVII APEKSI tahun 2024, Wali Kota Eri bersama Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, serta jajaran Pemkot Surabaya, akhirnya melihat kondisi Tugu Surabaya dan berinisiatif melakukan pemugaran.
“Nanti, insyaallah saat kami kembali ke Balikpapan, Tugu Surabaya akan terlihat berbeda. Tagline Surabaya hanya satu, yakni Satukan Tekad Surabaya Hebat,” tambahnya.
Wali Kota Eri juga menyoroti peran aktif warga Surabaya di Balikpapan yang turut berkontribusi dalam kegiatan kota, seperti memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Balikpapan dan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Mereka menjaga nama baik Surabaya dengan berbagai ide dan gagasan serta mengkoordinir kegiatan-kegiatan penting.
“Di sinilah mereka terus menjaga nama baik Surabaya. Jadi, saat ada kegiatan, jangan lupa hubungi saya di Surabaya,” imbuhnya.
Eri Cahyadi mengingatkan bahwa meski merantau ke kota atau negeri lain, warga Surabaya tidak boleh melupakan asal-usulnya. Terutama, mereka yang lahir di Kota Pahlawan, dikenal dengan karakter masyarakat yang tegas namun berhati lembut dalam hal kebaikan dan kebersamaan.
“Meski tegas dalam prinsip kebenaran, orang Surabaya sejatinya memiliki hati yang lembut dan penuh kebaikan serta guyub rukun,” pungkasnya.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kegiatan ini dan pemugaran Tugu Surabaya, warga dapat mengunjungi situs resmi Pemerintah Kota Surabaya atau menghubungi nomor layanan informasi yang telah disediakan. (ret/hdl)










