Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»KOLTIVA Dorong Kepatuhan Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa untuk Keberlanjutan Industri Pertanian

KOLTIVA Dorong Kepatuhan Regulasi Anti Deforestasi Uni Eropa untuk Keberlanjutan Industri Pertanian

Peristiwa Moh. Usman5 Februari 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Inklusi petani adalah kunci keberlanjutan dan ketertelusuran dalam rantai pasok pertanian Indonesia (foto: Dok Koltiva)
Inklusi petani adalah kunci keberlanjutan dan ketertelusuran dalam rantai pasok pertanian Indonesia (foto: Dok Koltiva)

Jakarta (pilar.id) – KOLTIVA menginisiasi forum diskusi BeyondTraceability Talks untuk mendorong dialog multi-pemangku kepentingan terkait kepatuhan regulasi dalam industri pertanian berkelanjutan.

Dengan tema Dari Pertanian ke Pasar Global: Kepatuhan Regulasi untuk Industri Pertanian yang Tangguh dan Berkelanjutan, acara ini menyoroti tantangan dan peluang dalam memenuhi standar keberlanjutan internasional, khususnya Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

Dalam forum ini, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis pertanian, serta mitra publik-swasta membahas tekanan yang semakin besar untuk memenuhi regulasi seperti EUDR, Corporate Sustainability Reporting Directive (CSRD), dan Corporate Social Due Diligence Directive (CSDDD).

Kolaborasi antara pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan kepatuhan penuh, sekaligus mengintegrasikan petani kecil dalam rantai pasok global.

Menjawab Tantangan Kepatuhan Regulasi

Seiring meningkatnya permintaan pasar global terhadap transparansi dan keberlanjutan, Indonesia terus berupaya memastikan rantai pasoknya memenuhi standar internasional.

Salah satu langkah penting adalah Dashboard Nasional yang dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan ketertelusuran dan pemantauan kepatuhan industri pertanian.

Menurut Diah Suradiredja, dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia (CMEA), regulasi seperti EUDR, CSRD, dan CSDDD akan berdampak besar pada industri.

“EUDR bukan satu-satunya regulasi yang harus diperhatikan. Industri harus mulai mempersiapkan diri menghadapi berbagai aturan baru agar dapat bersaing di pasar global,” ujar Diah.

Salah satu tantangan utama kepatuhan regulasi adalah keterbatasan akses petani kecil terhadap teknologi, infrastruktur, dan pendanaan. Banyak petani masih kesulitan memenuhi standar ketertelusuran yang ketat untuk membuktikan produksi mereka bebas deforestasi.

Baca Juga  Kongres Kehutanan Sedunia, Dubes Indonesia Sampaikan FoLU Net Sink 2030 jadi Cara Tekan Deforestasi

Oleh karena itu, program pengembangan kapasitas menjadi solusi utama agar mereka dapat beradaptasi dengan tuntutan pasar.

Pemerintah dan sektor swasta juga berkolaborasi dalam upaya legalisasi lahan serta penyediaan sumber daya yang dibutuhkan petani kecil agar dapat memenuhi standar regulasi dan keberlanjutan.

Kolaborasi untuk Keberlanjutan Pertanian

Organisasi seperti PISAgro berperan aktif dalam mendukung petani kecil menghadapi regulasi baru. Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Syafaat, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memastikan semua pemangku kepentingan dapat memenuhi persyaratan kepatuhan.

“Tantangan terbesar adalah biaya sistem ketertelusuran dan sertifikasi yang masih tinggi bagi petani kecil. Kita perlu solusi yang inklusif agar mereka tetap bisa berpartisipasi di pasar global,” kata Insan.

Selain itu, Yayasan FORTASBI Indonesia juga telah mengembangkan program pelatihan bagi petani untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang ketertelusuran dan keberlanjutan.

Rukaiyah Rafik, Kepala Sekretariat FORTASBI, menjelaskan bahwa inklusi petani dalam gerakan keberlanjutan global sangat penting agar mereka tidak tertinggal dari pelaku industri besar.

KOLTIVA dan Solusi Teknologi untuk Kepatuhan Regulasi

Sebagai pemimpin dalam teknologi ketertelusuran, KOLTIVA menawarkan solusi digital untuk memastikan transparansi rantai pasok pertanian.

Melalui platform KoltiTrace, perusahaan ini memberikan teknologi canggih untuk melacak produk dari hulu ke hilir, memastikan kepatuhan terhadap regulasi seperti EUDR.

“Teknologi mengubah cara industri menghadapi kepatuhan regulasi. Dengan sistem ketertelusuran yang lebih baik, kita bisa meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kepercayaan di rantai pasok pertanian,” ujar Ainu Rofiq, Co-Founder KOLTIVA.

Baca Juga  Jaga Kelestarian Hutan, KLHK Kerjasama dengan USAID

Selain ketertelusuran, KOLTIVA juga menyediakan program pelatihan untuk petani agar mereka memahami Praktik Pertanian yang Baik, legalitas lahan, serta aspek keberlanjutan lainnya.

Dengan pendekatan ini, petani dapat meningkatkan kualitas produksi mereka dan mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar internasional.

Masa Depan Industri Pertanian Indonesia

Seiring berkembangnya regulasi global, pemangku kepentingan di industri pertanian Indonesia harus terus beradaptasi untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan.

Forum BeyondTraceability Talks menjadi platform penting bagi industri untuk memahami tantangan regulasi serta menjalin kolaborasi guna menghadapi masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dengan inisiatif ini, KOLTIVA dan mitra-mitranya berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan pertanian Indonesia, memastikan bahwa petani kecil tidak tertinggal, dan memperkuat posisi industri di pasar global. (usm/hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

deforestasi KOLTIVA

Berita Lainnya

Jaga Kelestarian Hutan, KLHK Kerjasama dengan USAID

20 Mei 2022

Kongres Kehutanan Sedunia, Dubes Indonesia Sampaikan FoLU Net Sink 2030 jadi Cara Tekan Deforestasi

2 Mei 2022

Penelitian Karhutla Harus Berbasis Data

15 Januari 2022
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.