London (pilar.id) — Gelandang muda Chelsea FC, Cole Palmer, kembali menunjukkan ketajamannya dari titik putih. Eksekusi penalti Palmer di masa perpanjangan waktu menjadi penutup kemenangan The Blues 3-1 atas Liverpool FC dalam pertandingan lanjutan Liga Primer Inggris.
Gol tersebut menambah catatan apik pemain berusia 22 tahun itu dalam urusan penalti. Hingga Maret 2025, Palmer mencatatkan 12 gol dari 13 kesempatan mengeksekusi penalti di Liga Primer Inggris, dengan tingkat keberhasilan mencapai 92,3 persen.
Sebelum kegagalan pertamanya melawan kiper Leicester City, Mads Hermansen, pada 9 Maret 2025, Palmer bahkan memegang rekor sempurna, melampaui catatan Yaya Touré dengan 11 penalti sukses.
Manajer Chelsea, Mauricio Pochettino, menyatakan Palmer sebagai penendang penalti utama tim. Dengan gaya khas seperti “Panenka”, Palmer menunjukkan kepercayaan diri tinggi dalam momen krusial.
Rekam Jejak dan Potensi Besar Cole Palmer
Cole Jermaine Palmer lahir pada 6 Mei 2002 dan memulai karier sepak bolanya di akademi Manchester City. Ia sempat membela tim senior Manchester City dari 2020 hingga 2023 sebelum resmi bergabung dengan Chelsea.
Sejak musim 2023/2024, Palmer menjadi bagian penting dalam skuad utama The Blues dan juga telah mencatatkan caps bersama tim nasional Inggris.
Bermain sebagai gelandang serang maupun sayap, Palmer dikenal dengan visi bermain tajam, kemampuan dribbling, dan ketenangan dalam penyelesaian akhir.
Meski baru menjalani musim penuh sebagai pemain inti di klub besar, banyak pihak memprediksi ia akan menjadi bintang masa depan sepak bola Inggris.
Nilai Pasar Meroket, Kontrak Hingga 2033
Meski belum masuk daftar pemain dengan nilai kontrak tertinggi, nilai pasar Cole Palmer melonjak drastis. Menurut estimasi Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai sekitar €130 juta (setara Rp 2,25 triliun).
Ia baru saja memperpanjang kontraknya bersama Chelsea hingga 2033, menandakan kepercayaan penuh klub terhadap potensinya.
Namun, Palmer masih harus menunjukkan konsistensi dan membawa Chelsea meraih gelar besar agar bisa sejajar dengan pemain-pemain top dunia dalam hal nilai transfer dan kontrak. (usm/hdl)










