Jakarta (pilar.id) – Legenda sepak bola asal Prancis, Franck Ribéry, kembali menghidupkan perdebatan lama mengenai keadilan pemilihan Ballon d’Or, setelah ia melontarkan sindiran pedas kepada Cristiano Ronaldo terkait pentingnya gelar Liga Champions dalam menentukan pemenang penghargaan bergengsi tersebut.
Melalui unggahan di akun pribadinya, Ribéry mempertanyakan pernyataan Ronaldo yang menyebutkan bahwa memenangkan Liga Champions adalah faktor kunci dalam meraih Ballon d’Or.
Dengan nada sarkastik, Ribéry menulis: “Jika ingin menang Ballon d’Or, apakah harus juara Liga Champions juga?” disertai dengan tiga emoji senyum.
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan yang telah lama dipendam Ribéry. Dalam wawancara awal tahun ini bersama La Gazzetta dello Sport, mantan pemain Bayern München itu menegaskan, “Itu tidak adil. Tenggat waktu pemungutan suara diperpanjang, dan terjadi sesuatu yang aneh. Menurut saya, keputusan itu melewati batas sepak bola.”
Kontroversi ini kembali mengingatkan publik pada edisi Ballon d’Or 2013, di mana Ribéry menjalani musim yang luar biasa bersama Bayern München dan memenangkan treble: Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions. Namun, meskipun mengungguli dalam pemungutan suara oleh jurnalis, ia harus puas di posisi ketiga setelah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.
Pada tahun tersebut, FIFA menambahkan dua kategori pemilih baru—kapten dan pelatih tim nasional—yang memberi dampak signifikan. Ronaldo, dengan catatan 69 gol dan 15 assist dalam 59 pertandingan, berhasil mengungguli Messi (45 gol, 16 assist) dan Ribéry (23 gol, 20 assist), meski ia tidak memenangkan satu gelar pun di level klub.
Di sisi lain, Ronaldo menyatakan bahwa ia tidak terlalu peduli pada penghargaan individu dan mengaku tahu “apa yang terjadi di balik layar”, sembari mempertanyakan transparansi dalam proses pemungutan suara Ballon d’Or.
Riwayat Persaingan Ribéry vs Ronaldo
- 2013: Ribéry membawa Bayern meraih treble, tapi Ballon d’Or jatuh ke tangan Ronaldo.
- Ribéry unggul dalam suara jurnalis, namun kalah setelah sistem voting diperluas.
- Ronaldo menang berkat performa individu luar biasa, meski tanpa gelar tim.
Perdebatan tentang siapa yang paling layak mendapatkan Ballon d’Or tampaknya belum usai. Bagi Ribéry, momen 2013 akan selalu menjadi sorotan yang menyakitkan, sementara bagi Ronaldo, trofi individu hanyalah bagian kecil dari perjalanan karier gemilangnya. (wid/hdl)










