Jakarta (pilar.id) – Girl group K-pop NJZ, yang sebelumnya dikenal dengan nama NewJeans, kembali menjadi sorotan setelah kritikus musik Korea menilai bahwa hiatus mereka selama satu tahun berpotensi fatal bagi karier grup.
Sejak pertengahan tahun lalu, NJZ belum merilis karya baru atau tampil di publik, menyusul konflik internal dengan agensi mereka, ADOR.
Dilansir dari JoongAng Ilbo, kritikus musik ternama Kim Do Heon menyatakan bahwa meskipun NJZ dikenal dengan kekompakan dan keaslian konsep yang sulit ditandingi, ketiadaan aktivitas promosi selama setahun penuh sangat berisiko dalam industri yang sangat kompetitif seperti K-pop.
“Industri K-pop bergerak sangat cepat. Dengan ratusan grup baru debut setiap tahun, hiatus selama satu tahun bisa menjadi fatal bahkan untuk grup sekelas NJZ,” ungkap Kim Do Heon.
Kehilangan Momentum dan Kontrak Brand Ternama
Salah satu sorotan utama para pengamat adalah hilangnya peluang brand endorsement akibat minimnya eksposur NJZ selama masa hiatus. Dibandingkan dengan grup-grup aktif seperti aespa, NMIXX, dan Stray Kids yang terus menjalin kerja sama dengan brand global, NJZ tampaknya mulai kehilangan tempat di mata sponsor.
Sebagai contoh, Minji, salah satu anggota NJZ, dikabarkan telah dicoret dari daftar duta salah satu merek mewah dunia. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa ketidakhadiran mereka di industri hiburan mulai berdampak serius terhadap posisi komersial grup.
“Tidak hanya soal musik, tetapi juga tentang posisi di pasar. NJZ mulai kalah bersaing dalam memperebutkan kontrak-kontrak besar karena ketidakhadiran mereka selama setahun terakhir,” tambah Do Heon.
Kasus Hukum Jadi Penghambat Aktivitas
Sejak merilis album Jepang bertajuk Supernatural pada Juni 2024, NJZ belum menunjukkan tanda-tanda aktivitas baru. Ketegangan yang berlarut-larut dengan manajemen ADOR disebut sebagai penyebab utama dari ketidakaktifan ini.
Hingga saat ini, belum ada kepastian soal kelanjutan karier grup di bawah bendera NJZ maupun rencana perilisan musik baru.
Para pengamat menekankan bahwa waktu adalah faktor krusial dalam industri hiburan Korea Selatan, terutama bagi grup muda yang masih membangun fondasi popularitas. (ret/hdl)









