Milan (pilar.id) – AC Milan tengah membidik striker muda Manchester United, Rasmus Hojlund, sebagai target utama untuk memperkuat lini depan di bursa transfer musim panas ini. Ketertarikan ini muncul setelah kepergian dua penyerang mereka, Luka Jovic dan Tammy Abraham.
Hojlund memang bukan nama asing di Serie A. Sebelum bergabung dengan Manchester United dengan nilai transfer sekitar €72 juta, ia sempat bersinar bersama Atalanta dan digadang-gadang sebagai bakat luar biasa.
Namun, performanya di Premier League sejauh ini belum memuaskan dan dianggap gagal memenuhi ekspektasi.
Diminati Klub-Klub Italia Lain
Tak hanya Milan, Inter Milan dan Juventus juga disebut memantau situasi Hojlund di Old Trafford. Manchester United dikabarkan bersedia melepas sang pemain jika ada tawaran yang sesuai. Namun, harga yang diminta klub Inggris itu masih dinilai terlalu tinggi untuk Milan.
Milan sendiri disebut-sebut lebih memilih skema peminjaman, mengingat anggaran transfer yang terbatas. Sebelumnya, mereka juga mundur dari perburuan Nicolas Jackson karena nilai transfer yang dipatok Chelsea dianggap terlalu mahal.
Peluang Bangkit di Serie A
Kembali ke Italia bisa menjadi jalan bagi Hojlund untuk memulihkan kepercayaan dirinya yang sempat hilang di Inggris. Banyak yang menilai bahwa kepindahannya ke Manchester United datang terlalu cepat, sebelum ia benar-benar siap memikul ekspektasi besar di klub sebesar itu.
Bagi Milan, merekrut Hojlund akan jadi solusi jangka menengah untuk lini serang, sembari menyiapkan transisi skuad di bawah pelatih baru Massimiliano Allegri.
Di sisi lain, Manchester United sendiri sedang dalam misi membenahi lini depan. Setelah gagal mendatangkan Viktor Gyokeres dan Liam Delap, mereka kini mengalihkan fokus pada striker Napoli, Victor Osimhen. Penyerang asal Nigeria itu dianggap sebagai sosok yang tepat untuk menjadi ujung tombak Setan Merah.
United juga tengah bersaing dengan Galatasaray yang lebih dulu mengajukan penawaran untuk Osimhen. Sementara itu, nama Nicolas Jackson masih masuk radar, meski dinilai bukan opsi prioritas. (wid/hdl)










