Balikesir (pilar.id) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Provinsi Balikesir di barat laut Turki pada Minggu (10/8), menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 29 orang lainnya. Getaran gempa turut dirasakan hingga Istanbul, sekitar 200 kilometer dari pusat gempa.
Pusat gempa berada di kota Sindirgi, menurut pejabat setempat. Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya mengatakan korban tewas adalah seorang perempuan lanjut usia yang sempat diselamatkan dari reruntuhan bangunan sebelum akhirnya meninggal dunia. Empat orang lainnya berhasil dievakuasi dari bangunan yang sama.
Yerlikaya mengatakan, terdapat 16 bangunan roboh di wilayah terdampak, sebagian besar merupakan bangunan kosong atau tidak digunakan. Dua menara masjid juga ambruk akibat guncangan. Meski begitu, tidak ada korban luka dalam kondisi kritis.
Rekaman televisi memperlihatkan tim penyelamat meminta warga untuk hening guna mendengar tanda-tanda kehidupan di balik puing. Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki (AFAD) menyebut gempa utama diikuti beberapa gempa susulan, termasuk yang bermagnitudo 4,6. Warga diminta menjauhi bangunan yang rusak demi keamanan.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa dan doa bagi para korban, serta berharap pemulihan segera bagi masyarakat terdampak.
Turki berada di atas jalur patahan aktif yang kerap memicu gempa. Pada 2023, gempa magnitudo 7,8 melanda selatan dan tenggara Turki, menewaskan lebih dari 53.000 orang dan menghancurkan ratusan ribu bangunan. Sekitar 6.000 korban lainnya dilaporkan di Suriah utara.
Summary Points
| Gempa M6,1 guncang Balikesir, Turki, Minggu (10/8), menewaskan 1 orang dan melukai 29 orang. |
| Pusat gempa berada di Sindirgi, getaran terasa hingga Istanbul. |
| 16 bangunan roboh, termasuk 2 menara masjid; sebagian besar bangunan kosong. |
| AFAD mencatat gempa susulan M4,6 dan imbau warga menjauhi bangunan rusak. |
| Presiden Erdogan sampaikan belasungkawa, mengingatkan Turki rawan gempa besar. |
(mad/hdl)









