Barcelona (pilar.id) – Barcelona kembali menghadapi drama soal registrasi pemain usai kedatangan bintang muda Roony Bardghji. Meski sempat diumumkan bahwa sang pemain akan berstatus sebagai bagian dari Barça Atlètic untuk membagi waktu antara tim muda dan skuad senior, La Liga menegaskan bahwa proses pendaftarannya belum disetujui.
Corporate General Manager La Liga, Javier Gómez, menyatakan Barcelona masih harus membuktikan bahwa mereka memiliki ruang gaji (salary cap) yang cukup di tim utama sebelum kontrak Roony bisa didaftarkan secara resmi. Ia menegaskan bahwa penggunaan status tim cadangan tidak bisa dijadikan “celah” untuk menghindari aturan Financial Fair Play (FFP).
“Jika ia didaftarkan di Barça Atlètic dan memenuhi syarat usia, ia bisa bermain. Tapi untuk tampil di tim utama, klub harus mengajukan visa. Berdasarkan memo tahun 2022, visa hanya disetujui jika tidak dipakai sebagai jalan pintas melanggar FFP. Jika gajinya setara pemain tim cadangan, tidak masalah. Namun bila mendekati standar gaji tim utama, itu akan dihitung di tim utama,” jelas Gómez, dikutip dari Mundo Deportivo.
Bisa Didaftarkan Setelah Bursa Transfer
Saat ditanya apakah Barcelona masih bisa mendaftarkan Roony usai bursa transfer ditutup, Gómez menegaskan bahwa hal itu memungkinkan. Namun, syarat utamanya tetap sama: klub harus lebih dulu menciptakan ruang dalam aturan FFP.
“Jika ingin mendapatkan visa, Barcelona wajib memberikan ruang fair play di tim utama. Itu bisa dilakukan meski setelah jendela transfer ditutup,” tambahnya.
Dua Pekan Penentuan
Dengan keputusan ini, Barcelona kini memiliki waktu dua pekan untuk merapikan struktur keuangan agar bisa menambahkan Bardghji ke daftar pemain tim utama. Jika tidak, sang pemain terancam hanya bisa bermain di level tim muda tanpa jaminan tampil di kompetisi utama.
Drama ini menambah panjang daftar masalah finansial Barcelona dalam beberapa musim terakhir, yang berulang kali menyulitkan klub dalam mendaftarkan pemain baru sesuai regulasi La Liga. (mad/hdl)










