Medan (pilar.id) – Jiu Jitsu, film laga fiksi ilmiah asal Amerika Serikat yang dirilis pada 2020, menjadi sorotan karena meski dibintangi aktor ternama seperti Nicolas Cage, Tony Jaa, Frank Grillo, hingga JuJu Chan, nyatanya gagal menarik minat penonton. Film yang diarahkan Dimitri Logothetis ini bahkan dianggap sebagai salah satu kegagalan besar di box office.
Film dengan anggaran sekitar 25 juta dolar AS itu hanya meraup kurang dari 100 ribu dolar AS secara global. Kritikus juga menilai Jiu Jitsu tidak mampu memaksimalkan premis menarik yang ditawarkan.
Jalan Cerita
Berdasarkan komik berjudul sama karya Logothetis dan James McGrath, Jiu Jitsu mengisahkan pertarungan antara kelompok petarung superhuman melawan alien setiap enam tahun sekali demi menyelamatkan Bumi. Tokoh utama, Jake Barnes (diperankan Alain Moussi), terjebak dalam peperangan melawan Brax, pemimpin alien, dengan bantuan para pendekar termasuk karakter Wylie (Nicolas Cage) dan Keung (Tony Jaa).
Meski sarat adegan laga, banyak kritikus menyebut alur cerita film ini membingungkan. Bahkan, sebagian menyindir film ini tidak menghadirkan jiu jitsu secara nyata, melainkan sekadar aksi laga penuh gaya.
Proses Produksi dan Rilis
Syuting film berlangsung pada Juni 2019 di Siprus serta menampilkan cuplikan situs budaya Bagan di Myanmar. Jiu Jitsu resmi dirilis pada 20 November 2020 oleh The Avenue Entertainment.
Film ini sempat menempati posisi kedelapan film paling banyak disewa di Apple TV pada pekan debutnya. Namun, performa tersebut tidak mampu menutup kerugian besar di box office.
Respons Kritis
Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, Jiu Jitsu hanya meraih rating 28% dari 46 ulasan, sementara Metacritic memberi skor rata-rata 28 dari 100. RogerEbert.com menilai film ini hanya layak mendapat bintang 1,5 dari 4.
Meski banyak kritik negatif, sebagian media masih menilai Jiu Jitsu sebagai tontonan aksi ringan yang bisa menghibur penggemar genre laga fantasi. Situs Polygon menyebut film ini “sangat memuaskan” dalam konteks hiburan sederhana, sementara IGN memberi skor 6 dari 10 dengan menyebutnya sebagai tontonan penuh “WTF moments” khas tahun 2020.
Polemik di Balik Layar
Tak hanya gagal di box office, film ini juga meninggalkan kontroversi. Produser Jiu Jitsu menggugat pemerintah Siprus terkait skema insentif produksi film. Mereka menuding pemerintah gagal membayar hampir €8 juta yang dijanjikan. Perselisihan ini menyebabkan rencana sekuel Jiu Jitsu 2 serta proyek film lain bernilai ratusan juta dolar AS dibatalkan di negara tersebut. (ret/hdl)










