Palembang (pilar.id) – Di bawah bayangan ikonis Jembatan Ampera, Politeknik Akamigas Palembang berdiri sebagai kawah candradimuka bagi calon-calon talenta energi Indonesia. Kampus vokasi ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang para pemuda dari keluarga sederhana yang bercita-cita besar, salah satunya Wirando Saleh Putra.
“Sebagai anak desa, cita-cita setelah SMA ya langsung kerja. Tapi, ada peluang beasiswa dari PHR. Alhamdulillah, saya lolos,” tutur Wirando, yang kini bekerja sebagai Operator RPM Fuel di Kilang Pertamina Internasional RU III Plaju.
Wirando merupakan lulusan Program Beasiswa Non-Ikatan Dinas angkatan ke-7 jurusan Teknik Pengolahan Migas di Politeknik Akamigas Palembang. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara K3S SKK Migas dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 Regional Sumatra. Selama menempuh pendidikan, ia tak hanya menguasai teori, tetapi juga meraih sertifikasi Ahli K3 Umum.
Bagi Iwan Ridwan Faizal, Manager Community Involvement and Development (CID) PHR Regional 1 Sumatra, program ini merupakan investasi jangka panjang. “Talenta lokal yang terlatih adalah aset nasional. Kami percaya, kampus seperti Politeknik Akamigas Palembang adalah mitra strategis dalam mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Program beasiswa yang telah berjalan sejak 2014 ini dirancang khusus untuk putra-putri berprestasi dari keluarga kurang mampu di sekitar wilayah operasi perusahaan. Tujuannya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menyediakan tenaga kerja terampil bagi industri.
Sebagai satu-satunya pendidikan vokasi di Sumatra yang mengkhususkan diri pada bidang hulu hingga hilir migas dan pertambangan, Politeknik Akamigas Palembang dilengkapi fasilitas lengkap. Mulai dari laboratorium hingga asrama, dengan kurikulum yang berorientasi pada profesionalisme dan kesiapan kerja.
Direktur Politeknik Akamigas Palembang, Amilia Miarti, menekankan pentingnya pembentukan karakter di samping kompetensi teknis. “Selain mengajarkan teori, kami membentuk karakter disiplin dan semangat kerja keras. Dunia energi menuntut lebih dari sekadar ilmu pengetahuan,” jelas Amilia.
Ia berharap kolaborasi segitiga antara kampus, industri, dan pemerintah terus berlanjut. “Manfaatnya begitu nyata, terutama bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Semangat mencerdaskan anak bangsa ini sejalan dengan visi nasional,” pungkasnya.
Lulusan Politeknik Akamigas Palembang telah terserap di berbagai perusahaan energi terkemuka, membuktikan bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas mampu menjadi jembatan emas menuju karier cemerlang di industri strategis nasional. (ren)










