Barcelona (pilar.id) – Barcelona terus menjaga asa untuk mengulang pencapaian treble domestik pada musim ini setelah berhasil menjuarai Piala Super Spanyol. Trofi tersebut diraih usai kemenangan dramatis 3-2 atas rival abadi, Real Madrid, pada partai final yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, akhir pekan lalu.
Keberhasilan mempertahankan gelar Piala Super Spanyol mempertegas tren positif Blaugrana di kompetisi dalam negeri. Di La Liga, Barcelona sedang berada dalam performa impresif dengan menyapu bersih sembilan laga terakhir. Konsistensi itu membuat tim asuhan Xavi Hernandez kokoh di puncak klasemen sementara, unggul empat poin dari Real Madrid hingga paruh musim kompetisi.
Selain di liga, peluang Barcelona meraih gelar domestik lainnya juga masih terbuka. Lamine Yamal dan rekan-rekan masih bertahan di ajang Copa del Rey, yang membuat kans meraih treble domestik—La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol—tetap terjaga.
Namun, situasi berbeda di pentas Eropa. Kiprah Barcelona di Liga Champions musim ini belum sepenuhnya meyakinkan. Dari enam pertandingan fase liga, Blaugrana baru mengoleksi tiga kemenangan dan menelan dua kekalahan. Hasil tersebut menempatkan Barcelona di peringkat ke-15 klasemen sementara.
Dengan format baru Liga Champions, Barcelona wajib finis di delapan besar klasemen fase liga untuk mengamankan tiket otomatis ke babak 16 besar. Tantangan kian berat karena fase ini hanya menyisakan dua pertandingan terakhir yang akan dimulai pada pertengahan pekan depan.
Kondisi tersebut turut mengundang keraguan dari mantan gelandang Real Madrid, Toni Kroos. Pemain asal Jerman yang mengoleksi lima gelar Liga Champions bersama Los Blancos itu menilai performa Barcelona di level Eropa masih belum cukup solid. Menurut Kroos, dominasi di kompetisi domestik belum tentu berbanding lurus dengan kesuksesan di Liga Champions yang mempertemukan tim-tim elite Eropa.
Barcelona sendiri terakhir kali merasakan gelar juara Liga Champions pada musim 2014/2015. Sejak saat itu, trofi Si Kuping Besar lebih sering berlabuh ke tangan rival-rivalnya, termasuk Real Madrid.
Dengan sisa pertandingan yang krusial di fase liga, Barcelona kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya untuk membuktikan kapasitas mereka di Eropa. Apakah Blaugrana mampu mematahkan keraguan dan mengakhiri puasa gelar Liga Champions, atau justru kembali fokus menyempurnakan dominasi di kompetisi domestik, akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan. (mad/hdl)









