Barcelona (pilar.id) – Dinamika internal FC Barcelona kembali memanas menjelang dimulainya periode baru kepemimpinan Joan Laporta. Isu terbaru mencuat setelah mantan pelatih tim, Xavi Hernandez, dikabarkan mencoba melibatkan dua legenda klub, Lionel Messi dan Luis Suarez, dalam dinamika pemilihan presiden klub.
Laporta sebelumnya memenangkan pemilu klub pada Maret lalu dengan dominasi suara hampir 70 persen, mengungguli rivalnya Victor Font untuk kedua kalinya secara beruntun. Kemenangan tersebut mempertegas posisinya untuk memulai masa jabatan keempat sebagai presiden Barcelona.
Hubungan Xavi dan Laporta Memburuk
Ketegangan antara Xavi dan Laporta menjadi latar belakang munculnya kontroversi ini. Keduanya sempat bekerja sama selama periode 2021 hingga 2024, di mana Xavi membawa Barcelona meraih gelar La Liga dan Piala Super Spanyol.
Namun, hubungan keduanya memburuk setelah berakhirnya masa kepelatihan Xavi. Dalam sebuah wawancara, Xavi bahkan menuding Laporta sebagai pihak yang menggagalkan upaya pemulangan Lionel Messi ke Barcelona pada 2024.
Tak hanya itu, Xavi juga menyebut adanya pengaruh pihak lain di balik keputusan klub, termasuk sosok Alejandro Echevarria yang disebut memiliki peran signifikan dalam pengambilan kebijakan.
Dugaan Keterlibatan Messi dan Suarez
Laporan media Spanyol menyebutkan bahwa Xavi sempat melakukan komunikasi dengan Messi dan Suarez melalui panggilan video di Miami menjelang pemilu klub. Tujuannya diduga untuk mendapatkan dukungan publik dari kedua pemain tersebut terkait pernyataannya.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil signifikan. Messi memilih menjaga jarak dari dinamika politik klub, sebagaimana sikapnya selama masih aktif sebagai pemain Barcelona. Sementara itu, Suarez hanya menunjukkan dukungan terbatas melalui interaksi di media sosial.
Sikap Messi yang cenderung netral dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas opini publik menjelang pemilu, yang pada saat itu hanya tinggal sepekan lagi.
Laporta Bantah, Konflik Internal Berlanjut
Menanggapi tudingan tersebut, Laporta secara tegas membantah klaim yang disampaikan Xavi. Ia bahkan menyebut pernyataan tersebut tidak berdasar, sementara mantan direktur olahraga klub, Mateu Alemany, justru memberikan dukungan terhadap versi Xavi.
Situasi ini menambah panjang daftar konflik internal di Barcelona, yang berpotensi memengaruhi stabilitas klub ke depan, baik dari sisi manajemen maupun performa di lapangan.
Dengan masa jabatan baru yang akan segera dimulai, Laporta dihadapkan pada tantangan besar untuk meredam konflik internal sekaligus mengembalikan fokus klub pada prestasi. Ketegangan antara tokoh-tokoh penting dalam sejarah Barcelona ini menjadi sorotan utama menjelang babak baru perjalanan klub di kompetisi domestik maupun Eropa. (wid)










