Surabaya (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Delegasi Saint Petersburg, Federasi Rusia, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (12/6/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang industri perkapalan, pendidikan, riset teknologi, serta layanan kesehatan, termasuk pengembangan cancer center di Jawa Timur.
Delegasi Rusia dipimpin Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belskiy. Pertemuan juga dihadiri Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bambang Pramujati, jajaran perangkat daerah Pemprov Jatim, serta perwakilan industri perkapalan.
Khofifah menyebut kerja sama dengan Saint Petersburg penting karena kota tersebut dikenal sebagai pusat pendidikan, teknologi, budaya, industri, sekaligus pelabuhan utama Rusia. Karakteristik itu dinilai selaras dengan posisi Jawa Timur sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, pendidikan, dan inovasi di kawasan timur Indonesia.
“Teknologi dan industri perkapalan di Saint Petersburg sangat maju dan Jatim menjadi bagian penghubung antara Indonesia Barat dan Timur,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, Jawa Timur memiliki peran besar dalam jaringan tol laut nasional. Dari 41 jalur tol laut di Indonesia, 24 di antaranya terhubung dengan Jawa Timur. Hal ini membuat kolaborasi di bidang transportasi laut, logistik, dan teknologi pelabuhan dinilai sangat potensial.
ITS Jadi Kunci Pengembangan Industri Kapal Cepat
Khofifah menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan riset dan pengembangan teknologi. ITS Surabaya disebut memiliki kapasitas sumber daya manusia dan kemampuan penelitian yang kuat untuk mendukung pengembangan industri kapal cepat dan inovasi maritim.
Rektor ITS Bambang Pramujati turut hadir dalam pertemuan sebagai fasilitator kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan teknologi.
“Sinergi bersama ITS menjadi sangat penting bagi Jatim dan Indonesia secara keseluruhan,” kata Khofifah.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi konkret antara akademisi, pemerintah, dan industri.
Kerja Sama Kesehatan dan Rencana Cancer Center
Selain sektor maritim, Khofifah juga membuka peluang kerja sama khusus di bidang kesehatan. Ia menilai Saint Petersburg memiliki pusat layanan kanker yang maju dan dapat menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Jawa Timur.
“Jatim ingin melakukan kerja sama secara lebih khusus untuk menyiapkan cancer center,” ujarnya.
Pemprov Jatim berencana menindaklanjuti hasil pertemuan ini melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Dalam Negeri agar kerja sama dapat diwujudkan secara formal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Majelis Legislatif Saint Petersburg Alexander N. Belskiy menyambut baik peluang kemitraan strategis dengan Jawa Timur. Ia menilai potensi kolaborasi antara kedua wilayah sangat besar, terutama di bidang industri perkapalan dan kesehatan.
“Kami berharap dapat menjadi mitra yang produktif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Alexander.
Pertemuan ini menandai langkah awal penguatan hubungan antara Jawa Timur dan Saint Petersburg yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua pihak. (usm)










