Semarang (pilar.id) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan disertai kebakaran hebat yang melanda fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara. Perusahaan pengolahan herbal (herb infusion) tersebut berlokasi di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Peristiwa naas itu terjadi pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Menanggapi musibah tersebut, otoritas terkait langsung melakukan koordinasi intensif dengan manajemen perusahaan serta instansi penegak hukum guna mengusut tuntas penyebab kecelakaan kerja.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar oleh sektor industri manufaktur mana pun dalam menjalankan roda operasionalnya.
Tim Wasdal Diterjunkan Guna Selidiki Kronologi Overheat Mesin
Guna mengusut tuntas kejadian tersebut, Menteri Perindustrian telah menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Industri Agro untuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian. Langkah taktis ini diambil untuk melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan data komprehensif, serta mendampingi aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan.
Berdasarkan laporan kronologi awal di lapangan, indikasi adanya suhu panas berlebih (overheat) pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terdeteksi oleh pekerja pada pukul 09.30 WIB. Kondisi abnormal tersebut kemudian memicu ledakan hebat pada tabung sterilisasi yang terletak di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB.
Hantaman ledakan tidak hanya memicu kobaran api, melainkan juga meruntuhkan sebagian struktur bangunan pabrik. Kobaran api baru berhasil dikendalikan secara total oleh petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban Jiwa dan Penanganan Medis Pekerja Terdampak
Insiden fatal ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia di lokasi kejadian atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, yang diidentifikasi sebagai warga Mranggen, Demak. Selain itu, terdapat tujuh orang pekerja lainnya yang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang.
Seluruh korban luka maupun meninggal dunia telah dievakuasi dari area pabrik oleh tim penyelamat. Saat ini, para pekerja yang mengalami luka bakar tengah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adhyatma, MPH.
Olah TKP Tim Inafis dan Penghentian Sementara Aktivitas Pabrik
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab ledakan mengarah pada kegagalan fungsi (failure) sistem pada tabung sterilisasi. Alat tersebut diduga mengalami lonjakan suhu dan tekanan ekstrem yang melebihi batas desain kemampuan kapasitas aslinya.
Demi kelancaran proses investigasi dan keamanan bersama, Kemenperin memastikan seluruh aktivitas produksi di pabrik PT Raw Botanical Nusantara telah dihentikan sementara waktu. Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian (human error) dalam prosedur kerja.
Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Agro juga bersinergi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) Semarang untuk mengawal penanganan dampak lingkungan pasca-insiden. Pemerintah mengimbau keras kepada seluruh pelaku usaha manufaktur di Indonesia untuk rutin melakukan pengecekan serta kalibrasi berkala pada mesin berisiko tinggi demi mencegah kejadian serupa terulang kembali. (usm)










