Purwokerto (pilar.id) – Komitmen untuk mencetak generasi muda yang kompetitif dan berkarakter terus digulirkan oleh sektor perbankan nasional. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) secara resmi membawa rangkaian kuliah umum bertajuk BCA Berbagi Ilmu (BBI) ke koridor akademis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Inisiatif ini dirancang khusus untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa agar mampu bertransformasi menjadi SDM yang berkualitas tinggi.
Agenda yang mengusung tema ‘Sharpening Your Edge: Skills and Attitude for The Next Chapter’ tersebut menandai kali pertama program BBI menyambangi kampus UMP. Antusiasme terlihat dari hadirnya lebih dari 400 mahasiswa yang berasal dari lintas fakultas dan program studi untuk mendalami bekal kesiapan karier mereka.
Menanamkan Growth Mindset Demi Menyambut Indonesia Emas 2045
Hadir sebagai pembicara utama, Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono memaparkan bahwa dinamika dunia kerja modern menuntut adaptabilitas yang tinggi dari para lulusan perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa fondasi utama yang wajib dimiliki oleh generasi muda adalah growth mindset atau pola pikir berkembang.
Dengan paradigma ini, setiap individu diyakini mampu meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan melalui dedikasi dan kerja keras.
Widodo juga mendorong para peserta untuk mulai memetakan dan mengasah keahlian spesifik yang akan menjadi kebutuhan industri di masa depan. Melalui pembekalan karakter dan kompetensi yang kokoh sejak bangku kuliah, para mahasiswa UMP diharapkan siap mengambil peran strategis sebagai motor penggerak dalam menyongsong era Indonesia Emas 2045.
Program BBI sendiri merupakan agenda tahunan Bakti BCA yang diinisiasi sejak 2023. Dampak sosial dari program ini terus meluas; jika pada tahun lalu kegiatan ini berhasil menjangkau lebih dari 6.300 mahasiswa di sembilan perguruan tinggi, tahun ini BCA kembali menargetkan peningkatan kualitas SDM secara masif lewat transfer pengetahuan langsung dari jajaran direksi.
Kolaborasi Sektor Perbankan dan Institusi Pendidikan Tinggi
Keberlanjutan dari dampak positif ini tidak lepas dari keterbukaan BCA dalam menjalin kemitraan strategis dengan berbagai universitas. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyatakan bahwa sinergi antara dunia industri dan akademisi akan menciptakan efek domino yang positif, baik bagi internal perseroan maupun masyarakat luas. Kemitraan ini mempermudah proses transisi mahasiswa saat melangkah masuk ke ekosistem profesional.
Hera meyakini bahwa penajaman kompetensi dan mentalitas adaptif mahasiswa merupakan pilar utama dalam menyokong stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Oleh sebab itu, investasi pada kapasitas intelektual dan emosional generasi muda menjadi fokus yang tidak bisa ditawar.
Kontribusi Nyata Terhadap Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Lebih dari sekadar program edukasi, kegiatan seperti BCA Berbagi Ilmu ini ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial korporasi yang terukur. BCA memandang peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan kecakapan talenta muda sebagai langkah konkret untuk mendukung pencapaian target-target global.
Melalui payung program Bakti BCA, perseroan berkomitmen penuh agar integrasi program pendidikan non-formal ini dapat terus berjalan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan misi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia, khususnya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas dan pekerjaan yang layak demi kesejahteraan sosial yang merata. (ret/hdl)









