Jakarta (pilar.id) – Langkah besar diambil pemerintah dalam mereformasi tata kelola hubungan internasional di bidang kebudayaan dan sains. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menyerahkan pengelolaan Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) kepada Kementerian Kebudayaan.
Prosesi ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) yang berlangsung di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Transisi kelembagaan ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi KNIU, sekaligus menjamin kontinuitas tugas operasional di bawah koordinasi penuh Kementerian Kebudayaan. Perubahan ini diharapkan mampu membawa efisiensi baru dalam pengelolaan aset strategis non-fisik Indonesia di mata dunia.
Sinergi Lintas Sektoral Menuju Gerakan Nasional
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi KNIU yang selama lebih dari tujuh dekade konsisten menjadi jembatan diplomasi antara Indonesia dan UNESCO.
Ke depan, kontribusi serta pencapaian komisi ini ditargetkan meningkat secara signifikan. Pratikno menggarisbawahi pentingnya penguatan koordinasi antar-kementerian dan lembaga demi melahirkan keputusan strategis, baik di tingkat domestik maupun internasional.
Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa aspek krusial yang memerlukan perhatian bersama, mulai dari integrasi alokasi anggaran, peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai focal point, hingga perluasan sosialisasi ke pemerintah daerah.
Langkah terakhir dinilai sangat vital mengingat persebaran warisan dan program UNESCO berada langsung di berbagai daerah di Indonesia. Melalui tata kelola dan komitmen yang solid, Pratikno berharap restrukturisasi ini dapat berkembang menjadi sebuah gerakan nasional yang sinergis.
Estafet Pengabdian dan Rekor Emas Indonesia di Panggung Dunia
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kemitraan dengan UNESCO merupakan bagian fundamental dari sejarah bangsa dalam memajukan sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi.
Hubungan yang terjaga lebih dari 70 tahun ini terbukti efektif dalam mempromosikan praktik baik Indonesia ke panggung global, sekaligus menyerap perkembangan pemikiran dunia sebagai referensi pembangunan nasional.










