Jakarta (pilar.id) – Bagi warga pinggiran Pittsburgh, sebuah kota di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian Pennsylvania, awal tahun baru lalu menyisakan cerita yang berbeda. Betapa tidak. Sambil membersihkan sisa pesta semalam, mereka mendengar suara keras di langit yang cerah. Tak hanya suara, mereka juga melihat benda yang bercahaya terang.
Mereka yang sempat melihat dari jauh hanya bisa berspekulasi. Kembang api yang meluncur terlambat? Balon udara yang meletus?
Beberapa orang yang saat itu berkumpul di sebuah lapangan di Pittsburgh tentu kebingungan. Karena sebelumnya tak ada peringatan bakal ada catatan aktivitas seismik, guntur, atau kilat.
Sampai keesokan harinya, NASA mengkonfirmasi jika ledakan misterius itu bukan pesta pora yang terlambat. Tetapi ledakan dari sebuah object yang pecah di atmosfer bumi.
“Jika tidak berawan, bola api akan mudah terlihat di langit siang hari,” tulis badan antariksa itu di halaman Facebook NASA Meteor Watch, Minggu malam (2/1/2022) waktu setempat. “Perkiraan kasar, cahayanya 100 kali kecerahan bulan purnama,” tambah mereka.
Bolide, meteor yang sangat terang, menyebabkan ledakan sonik di Pennsylvania pada Hari Tahun Baru, tepat sebelum 11:30 EST.
Di laman facebooknya NASA menulis, pihaknya mendengar banyak laporan warga dan media tentang ledakan sonik yang terdengar di Pennsylvania barat beberapa menit sebelum pukul 11:30 pada tanggal 1 Januari. Saat itu berawan.
Tapi Geostationary Lightning Mapper pada satelit GOES-16 menangkap tanda meteor yang kuat sekitar pukul 11:20, yang kemudian membuat semua jadi jelas. “Sayang, latar belakang awan yang cerah menghalangi kami untuk mendapatkan perkiraan energi saat ini,” jelas NASA.
Keesokan harinya (3/1/2022) waktu setempat, NASA kembali membuat penjelasan. Sebuah stasiun infrasonik terdekat mencatat gelombang ledakan dari meteor saat pecah. Data yang ada menunjukkan kemungkinan energi sebesar 30 ton TNT.
“Jika kita membuat asumsi yang masuk akal mengenai kecepatan meteor (45.000 mil per jam), kita dapat mengecilkan ukuran objek dengan diameter sekitar satu yard atau hampir 1 meter, dengan massa hampir setengah ton,” jelas mereka, tanpa menyebut representasi ahli sebagai nara sumber. (hdl)

