Jakarta (pilar.id) – Pemilik pabrik Bir Corona tentu tidak pernah menyangka. Nama ini, kelak akan jadi mimpi buruk setiap manusia di planet bumi.
Saat Corona datang, namanya langsung jatuh bebas di industri minuman Meksiko dan sejumlah tempat di Amerika. “Siapa tega menikmati bir dengan nama Corona,” kata pengamat kuliner setempat.
Cervecería Modelo dan Constellation Brands hanya bisa pasrah. Distribusi produk mereka terguncang karena sentiman market yang berangkat dari sentimen dunia. Dan awal musim panas 2020 itu, penjualan bir Corona menurun drastis.
Lalu awal tahun 2022, ada musisi R&B bernama Omarion, nama yang jika diucapkan tidak hati-hati berbelok ke Omicron, varian Covid-19.
“Hai, ini Omarion. Saya seorang seniman, bukan varian,” kata Omarion dalam video TikTok yang diposting 1 Januari lalu. “Jadi perlu diketahui, jika Anda kebetulan bertemu saya di jalan, Anda tidak harus mengisolasi diri selama lima hari,” tambahnya.
Terkesan bercanda, tapi Omarion benar-benar ingin menjelaskan sesuatu di sini. Ia bahkan mengubah biografi TikToknya menjadi, ” Omarion sang Penghibur bukan variannya”.
Dan sementara dia tidak menyebutkan contoh spesifik dari namanya yang dikacaukan dengan virus, dia membuat dua video lagi tentang campuran tersebut. “Meskipun penting untuk tidak menyentuh saya dan menjaga jarak, karena Anda tahu begitulah seharusnya, Anda tidak perlu tes negatif untuk menari mengikuti musik saya,” katanya.
Saat nama Omarion jadi pembicaraan, sebagian netizen pun berpendapat. Bahwa ia sebetulnya tidak perlu panik. Karena belajar dari Bir Corona yang sempat menurun karena asosiasi nama, segalanya bisa berubah seketika. Karena setelah penurunan penjualan di awal musim panas 2020, penjualan bir Corona kemudian naik di musim berikutnya. (hdl)










