Jakarta (pilar.id) – Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 atau KTT Y20 yang digelar di Jakarta dan Bandung, Jawa Barat, Indonesia libatkan para pemuda, terutama yang terlibat mendirikan perusahaan rintisan startup.
Seperti dikatakan Ketua Indonesia Youth Diplomacy Michael Victor Sianipar, pihaknya melibatkan pemuda dari Jakarta dan Bandung sebagai delegasi Indonesia yang membahas salah satu isu pada KTT Y20, yakni digital teknologi.
“Untuk isu digital teknologi, kita juga melibatkan startup di Indonesia, karena ada banyak unicorn startup, ada banyak startup baru tersebut, kita juga mengajak para pemuda yang selama ini terlibat dalam pendirian startup,” kata Michael di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/1/2022) malam.
Ia pun menjelaskan, para pemuda yang berkecimpung pada startup dilibatkan pada diskusi KTT Youth 20 guna membahas teknologi yang dibutuhkan agar dapat dimanfaatkan oleh pemuda di seluruh dunia.
Selain itu, delegasi pemuda Indonesia juga akan mengangkat isu automation atau otomasi yang dibutuhkan dalam revolusi industri 4.0.
“Ini juga yang harus kita bahas supaya jangan sampai negara-negara berkembang tertinggal dalam mengadopsi teknologi baru dan berdampak pada ketenagakerjaan dan lapangan kerja,” ujarnya.
Menurut Michael, Indonesia bisa memanfaatkan KTT Youth 20 sebagai bagian dari bonus demografi dengan penduduk usia produktif lebih banyak dari non produktif.
Sebagai tuan rumah, Indonesia juga memiliki keistimewaan untuk menentukan alur pembahasan pada KTT Youth 20, serta memanfaatkan konsesus atau kesepakatan dari seluruh delegasi yang ada.
Adapun KTT Youth 20 adalah wadah bagi pemimpin muda masa depan dari seluruh negara anggota G20 untuk berdiskusi, berargumen, dan bertukar ide, hingga mencapai kesepakatan bersama terkait agenda Presidensi G20. Indonesia resmi menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 pada 2022. Jakarta dan Bandung mendapat kepercayaan menjadi lokasi dari konferensi yang digelar pada Juli mendatang tersebut. (ade/hdl/antara)









