Jakarta (pilar.id) – OpenAI kembali memperluas jangkauan teknologinya dengan mengakuisisi Software Applications, Inc., startup pengembang Sky, sebuah antarmuka kecerdasan buatan (AI) berbasis bahasa alami yang dirancang khusus untuk komputer Mac.
Menurut laporan TechCrunch pada Sabtu (26/10), perangkat lunak Sky belum dirilis secara publik, namun dikembangkan untuk mendampingi pengguna dalam berbagai aktivitas di komputer, mulai dari menulis, merencanakan proyek, hingga melakukan pengkodean.
Layaknya asisten AI canggih, Sky mampu melihat tampilan layar pengguna dan menjalankan perintah langsung di berbagai aplikasi. Teknologi ini menjanjikan pengalaman interaktif yang lebih alami antara manusia dan komputer.
“Kami selalu ingin komputer menjadi lebih memberdayakan, dapat disesuaikan, dan intuitif. Dengan model bahasa besar (LLM), kami akhirnya bisa mewujudkannya. Karena itulah kami membangun Sky, pengalaman AI yang hadir di atas layar desktop untuk membantu berpikir dan berkreasi,” ujar Ari Weinstein, CEO Software Applications.
Langkah Strategis OpenAI di Ekosistem Mac
Akuisisi ini menandai langkah penting OpenAI dalam menghadirkan teknologi kecerdasan buatan ke ekosistem macOS, menjadikan AI sebagai bagian dari rutinitas digital pengguna maupun bisnis.
Meski nilai akuisisi tidak diungkapkan, data dari PitchBook menunjukkan bahwa Software Applications sebelumnya telah menghimpun pendanaan sebesar 6,5 juta dolar AS dari sejumlah investor ternama. Mereka termasuk CEO OpenAI Sam Altman, CEO Figma Dylan Field, serta perusahaan modal ventura Context Ventures dan Stellation Capital.
Kesepakatan akuisisi ini dipimpin oleh Kepala ChatGPT Nick Turley bersama CEO Divisi Aplikasi OpenAI Fidji Simo, dan telah disetujui oleh dewan direksi OpenAI.
Pendiri Sky Bukan Pendatang Baru
Tim di balik Sky memiliki rekam jejak kuat di industri teknologi. Ari Weinstein dan Conrad Kramer sebelumnya dikenal sebagai pendiri Workflow, aplikasi otomatisasi populer yang kemudian diakuisisi oleh Apple dan menjadi cikal bakal fitur Shortcuts di iOS.
Setelah beberapa tahun bekerja di Apple, keduanya mendirikan Software Applications pada Agustus 2023 bersama Kim Beverett, mantan manajer senior Apple yang berperan dalam pengembangan Safari, Messages, FaceTime, dan SharePlay.
Langkah ini memperkuat posisi OpenAI dalam menghadirkan AI yang semakin terintegrasi dengan perangkat konsumen, mempercepat era baru di mana komputer tidak hanya digunakan, tetapi juga berkolaborasi secara aktif dengan penggunanya. (usm)










