Tanjungpinang (pilar.id) – Wali Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau Rahma meminta masyarakat menegakkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin menyusul adanya peningkatan kasus di wilayah setempat.
Ia mengatakan, secara nasional, kasus Covid-19 kembali meningkat. Begitu pula di Tanjungpinang ada peningkatan 7 kasus pada Sabtu (5/2/2022) menjadi 47 kasus.
“Tentu ini memberi sinyal kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Jadi, tolong tegakkan dan jalankan prokes, karena kunci semua itu tergantung kewaspadaan kita,” kata Rahma di Tanjungpinang, Sabtu (5/2/2022). Ia menyakini masyarakat Tanjungpinang sudah terbiasa menghadapi situasi lonjakan kasus Covid-19, apalagi sudah divaksin.
Menurutnya vaksinasi menjadi suatu ikhtiar untuk menekan penyebaran Covid-19, ditambah adanya varian baru Omicron yang diklaim menular lebih cepat. “Bagi yang belum vaksin, segera vaksinasi untuk menangkal Covid-19,” ucap Rahma.
Rahma mendoakan warganya yang saat ini tengah menjalani proses perawatan supaya segera diberikan kesembuhan. “Kita tidak boleh lalai, harus terus berusaha, berjuang bersama, dan tetap sehat,” ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Tanjungpinang, dari 47 kasus yang tercatat saat ini, 36 pasien menjalani isolasi mandiri, 9 pasien dirawat di rumah sakit, dan 2 pasien dirawat di mes pemda.
“Per hari ini, 1 orang selesai isolasi. Meninggal nol kasus,” sebutnya. Sementara untuk cakupan vaksinasi, dosis 1 usia 18 tahun ke atas mencapai 90,34 persen, dosis 2 mencapai 79,07 persen, dan dosis 3 (booster) mencapai 8,23 persen dari sasaran sebanyak 154.242 orang.
Pada kelompok Lansia, dosis 1 mencapai 13.002 orang atau 89,64 persen, dosis 2 sebanyak 11.611 orang atau 80,05 persen, dan dosis 3 (booster) 13,14 persen atau 1.907 orang.
Sementara untuk kelompok usia 12-17 tahun ditargetkan sebanyak 23.788 orang. Untuk dosis 1 telah diberikan kepada 23.317 orang atau 98,02 persen dan dosis 2 mencapai 21.053 orang atau 88,50 persen.
Sedangkan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun ditetapkan sebanyak 23.078 anak. Untuk dosis 1 telah diberikan kepada 20.043 anak atau 86,84 persen dan dosis 2 mencapai 55,79 persen atau sebanyak 12.876 anak. (usm/hdl/antara)










