Entikong (pilar.id)– Warga di kawasan perbatasan Indonesia Malaysia yaitu di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Kalbar keluhkan langkanya minyak goreng subsidi dengan satu harga yang telah sekitar satu bulan terakhir tidak ada.
Minimnya pasokan minyak goreng di toko ritel di perbatasan Entikong terjadi pasca pemerintah menetapkan satu harga minyak goreng yakni Rp14 ribuperliter. Minyak goreng subsidi langka diperbatasan Kalbar ini tidak ditemukan sekitar sebulan terakhir. Hal tersebut dikarenakan toko ritel di wilayah itu tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dari agen di Pontianak.
Salah satu Ibu Rumah Tangga di Entikong, Erna mengakui sangat sulit mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp14 ribu seperti yang di jual pada toko ritel. “Dengan sangat terpaksa memenuhi keperluan dapur, saya membeli minyak goreng di pasar tradisional dengan harga Rp20 ribu perliternya, itupun dengan stock yang terbatas,” katanya sembari tersenyum pahit.
Staf Toko Ritel Indomaret Entikong, Andreas Risto mengakui jika hampir sebulan kawasan perbatasan tidak memiliki stok minyak goreng subsidi. “Hampir sebulan terakhir kita tidak mendapatkan kiriman minyak goreng subsidi. Dikirim terakhir hanya 2 kotak minyak goreng kemasan 2 kilogram dalam 1 jam sudah habis di beli konsumen,” tegasnya.
Ia menambahkan terkait minimnya pasokan minyak goreng ini pihak pengelola toko ritel di perbatasan Entikong, tidak mengetahui pasti penyebabnya. “Saat ini yang masih tersedia di toko ritel Indomaret Entikong hanya minyak kelapa nonsubsidi,” tutupnya. (dinaprihatini)










