Pontianak (pilar.id)-Trend wisata saat ini adalah bergerak dari wisata masal ke wisata alternatif dan bergerak lagi ke wisata pedesaan. Bagaimana orang kota saat ini ingin melihat dan merasakan suasana kota dengan budaya dan kegiatan-kegiatan yang biasa disebut dengan nature and culture.
Dampak Pandemi Covid-19 saat ini, diakui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno untuk wisata yang datang dari luar negeri cenderung menurun, untuk wisatawan dari dalam negeri meski sebelumnya tidak diperhitungkan ternyata menjadi tulang punggung kepariwisataan negara.
“Demikian pula dengan Devisa yang bergerak ke ekspor produk-produk ekonomi kreatif termasuk tenaga kerja yang kesemuanya diperlukan adanya kerjasama dan bangkit bersama dalam perkembangan perekonomian di Kalbar. Untuk itu Saya bersama Gubernur Kalbar disini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menerapkan pariwisata ekonomi berbasis digital, kewirausahaan berbasis keadilan dengan
menerapkan protokol kesehatan yang dinamakan pariwisata ekonomi baru,” ungkap Sandiaga saat mengunjungi Kalbar, Rabu (9/3/2022).
Karena paradigma pembangunan kedepan, dijelaskannya Kemenparekraft Pariwisata berbasis lingkungan dengan inovasi kolaborasi dan adaptasi menjadi strategi kedepan secara bersama-sama untuk mewujudkan ekonomi baru itu sendiri.
“Karena tidak dapat melaksanakan perkembangan tanpa adanya kerjasama dengan berbagai sektor. Makanya kami sedang menyiapkan ekonomi baru dengan kenormalan baru seperti dimasa pandemi saat ini kita tetap menggunakan masker dengan terapkan prokes ketat demi menjaga agar tidak lagi pandemi ini ada di Indonesia,” terangnya.
Menuju Pariwisata dengan ekonomi baru diakui Sandiaga Uno bahwa akan menjadi kebiasaan warga Indonesia dalam berwisata dan berwirausaha dengan penerapan prokes termasuk fokus kepada hal-hal yang selama ini kurang menjadi perhatian termasuk perduli terhadap lingkungan dan ia yakin dengan kebersamaan maka semua akan terwujud ekonomi bangkit pariwisata juga akan diminati tentu dengan hal baru yang menjadi kebiasaan dan dilakukan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.
“Lebih bersedia membuat masyarakat sejahtera,” urainya. (dinaprihatini)










