Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung
  • Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an
  • Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi
  • Universitas Paramadina dan Komisi X DPR RI Bahas Transformasi Pendidikan Nasional di Era AI
  • Gubernur Khofifah Lesehan Bareng Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Grahadi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Hukum»Setor Puluhan Juta, 26 Orang WNI Diselundupkan ke Australia Pakai Kapal Kayu

Setor Puluhan Juta, 26 Orang WNI Diselundupkan ke Australia Pakai Kapal Kayu

Hukum M. Fathur Rohman19 April 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Perempuan polisi anggota Direktorat Polisi Perairan Polda NTT menenangkan seorang WNI yang menjadi korban upaya penyelundupan orang ke Australia di aula Kantor Direktorat Polisi Perairan Polda NTT, Senin (18/4/2022)

Kupang (pilar.id) – Polisi Wanita yang di dadanya terpasang nama Aulia itu memeluk Putu sembari mengelus punggungnya. Ia coba menenangkan perempuan berusia 35 tahun yang berasal dari Bali tersebut.

Menyesal, sedih, kecewa, takut. Itulah yang dirasakan Putu setelah berhasil diselamatkan oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udaran Polda NTT di Dermaga Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Sebelumnya, Putu bersama 26 orang lainnya dinaikkan ke atas sebuah kapal kayu yang tidak layak pakai, Senin (18/4/2022). Rencananya, mereka akan diselundupkan melalui jalur laut menuju Australia. Putu, jadi satu-satunya perempuan di rombongan kapal tersebut.

Padahal, untuk bisa berangkat ke Autralia, Putu telah menyetorkan uang sebesar Rp75 juta kepada orang yang merekrutnya. Ia diiming-imingi bekerja di sebuah perkebunan di Australia.

Gaji yang dijanjikan pun cukup tinggi yakni 20 dollar Australia sehari. Jika dirupiahkan, Putu akan mendapat gaji Rp211 ribu perhari.

Namun, semua angan dan cita-cita Putu untuk bisa membantu perekonomian suaminya dengan berangkat bekerja ke Australia justru berakhir dengan penipuan. Ia pun tak bisa menyembunyikan kesedihan dan kekecewaannya.

Air matanya terus mengalir, terisak-isak. Putu tak bisa memendam kepedihan yang ia rasakan.

“Saya sudah minta restu suami untuk berangkat. Dan suami saya juga merestui. Tapi kalau seperti ini, saya juga tidak tahu apakah uang yang saya setorkan akan kembali atau tidak,” terang Putu.

Berbeda dengan Putu, korban lain dari kasus penyelundupan orang yang berasal dari Bali, Made, juga mengaku menyesal dengan keputusan yang sudah diambilnya. Ia bahkan menyetor uang kepada perekrutnya lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan yang sudah disetorkan oleh Putu.

“Saya juga sudah setor Rp85 juta, karena dapat tawaran yang menggiurkan untuk bisa dapat kerja di Australia dengan upah yang besar,” ceritanya. Made memang sudah lama mencari pekerjaan apalagi di saat pandemi Covid-19 dia diberhentikan dari perusahaannya tempat dia bekerja.

Para calon pekerja yang akan diselundupkan itu rata-rata harus menyetorkan Rp70 juta hingga Rp90 juta kepada para perekrutnya untuk dapat dipekerjakan di Australia. Negara benua itu dipilih, salah satunya karena letak yang cukup dekat dengan Pulau Timor di NTT.

Baca Juga  7 Lapangan Golf Ikonik di Western Australia: Main Golf dengan Pemandangan Samudra hingga Kanguru Liar

Mereka mendapatkan tawaran pekerjaan itu melalui aplikasi “facebook”. Setelah itu si perekrut mengarahkan mereka untuk mengirim pesan melalui kotak pesan facebook untuk melakukan transaksi dan dan diberikan nomor telpon.

Setiap peminat diminta untuk mentransfer dulu sebagian biayanya ke nomor rekening milik seorang perekrut bernama Sugito yang mana nanti sisanya bisa dilunasi saat pertemuan di Kupang.

Selama berada di Kupang, para calon pekerja ilegal itu ditempatkan di salah satu di hotel ternama di sana, sehingga para calon pekerja itu merasa yakin dengan tawaran serta iming-iming dari para perekrut itu.

Namun semuanya itu buyar, setelah pada 18 April pukul 23.00 WITA ketika mereka tiba di Pelabuhan Tenau, perekrut menunjukkan kapal yang akan digunakan untuk berlayar ke Australia.

Sontak 26 orang WNI yang akan diselundupkan itu langsung menolak dan membatalkan diri untuk berangkat. Merekapun sempat adu mulut dengan perekrut dan tidak percaya lagi dengan pelayanan yang diberikan.

Perekrut ditangkap

Di Kantor Ditpolairud Polda NTT di kawasan Bolok, Kupang, wajah-wajah penuh penyesalan itu tampak lesu. Harapan akan mendapatkan uang banyak dan nasib yang lebih baik, pupus lantaran jalan salah yang telah mereka tempuh.

Imbas dari adu mulut antara para calon pekerja dan perekrut, warga sekitar pelabuhan pun langsung melaporkan hal itu. Polisipun tiba dan langsung menangkap Sugito atau S warga yang beralamat di Bali dan berhasil menyelamatkan 26 WNI yang akan diselundupkan itu.

Mereka berasal dari daerah yang berbeda-beda di Indonesia. Seorang dari Sumatera Utara, yang lain dari Jawa Barat, empat orang dari Jawa Tengah, sembilan orang dari Jawa Timur, tujuh orang dari Bali, dan empat orang dari Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga  7 Tempat Wisata Pilihan di Sydney, Dari Sydney Opera House hingga Darling Harbour

Para WNI berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu, dijanjikan bekerja di perkebunan di Australia dengan gaji mencapai Rp30 juta per bulan, sebagaimana diketahui dari pemeriksaan bahwa Sugito menawarkan pekerjaan di Australia bagi WNI yang berminat dengan iming-iming gaji Rp30 juta perbulan.

Proses penawaran kerja itu disebar melalui media sosial yakni facebook dengan tujuan menarik banyak orang yang ingin bekerja di Negara Kanguru itu. Setiap orang yang ingin bekerja di Australia dari hasil pemeriksaan sementara Sugito mengaku setiap orangharus menyetor Rp80 juta sampai 90 juga per orang.

Para calon pekerja itu juga diketahui hendak dipekerjakan di perkebunan di Australia, namun belum tahu perkebunan seperti apa itu.

Ditangkapnya Sugito sebagai orang yang bertugas mengantarkan 26 WNI ke Australia menjadi tanda tanya besar bagi polisi di NTT dalam membongkar kasus penyelundupan orang itu. Pasalnya setiap daerah mempunyai orang tersendiri untuk merekrut WNI yang ingin bekerja di Australia.

Tak hanya itu, polisi juga menduga ada kelompok tertentu yang berada di Australia yang akan menjemput sejumlah WNI tersebut jika selamat atau lolos sampai di negeri Kangguru tersebut.

“Kami masih dalami. Kini baru satu orang yang kami tangkap,” kata Direktur Polairud Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Nyoman Budiarja.

Saat ini Sugito belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu karena masih dalam penyelidikan, namun polisi yakin akan ada pelaku baru yang akan diekspos ke publik. Sugito juga diduga melanggar pasal 120 ayat (2) UU Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

Saat ini 26 WNI itu ditempatkan pada salah satu ruangan Subdit Polairud NTT yang berukuran 4×6 meter persegi. Mereka membawa ransel serta membentang alas lantai untuk pembaringan sekaligus beristirahat. Mereka telah dimintai keterangan oleh polisi dan kini menunggu jadwal kepulangan ke daerah masing-masing. (fat/tra)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Australia Penyelundupan manusia penyelundupan WNI Polisi Perairan dan Udaran Polda NTT

Berita Lainnya

Jelajahi South West Australia dengan pengalaman unik: lumba-lumba liar, berburu truffle, hingga hutan purba dan gua spektakuler.

5 Pengalaman Wisata Terbaik di South West Australia: Dari Lumba-Lumba hingga Truffle Mewah

18 April 2026
Lapangan Golf Ikonik di Western Australia

7 Lapangan Golf Ikonik di Western Australia: Main Golf dengan Pemandangan Samudra hingga Kanguru Liar

10 Maret 2026
Black Water: Abyss (2020)

Sinopsis Black Water: Abyss (2020), Film Horor Australia tentang Teror Buaya Pemangsa

14 September 2025
Pantai wisata di Medhufushi, Maladewa (foto: Colin Watts, unsplash)

Australia Perbarui Travel Warning ke Maladewa: Waspadai Ancaman Teror dan Kerusuhan Sipil

7 Juni 2025
Sydney Opera House

7 Tempat Wisata Pilihan di Sydney, Dari Sydney Opera House hingga Darling Harbour

12 Mei 2025
Fraser Gallop Winery, Margaret River

Margaret River, Citarasa Anggur Khas Australia Barat yang Tawarkan Kelezatan Kelas Dunia

21 September 2024

Hasil Live Score Australia Vs Qatar, Negeri Kanguru Merajalela, Kejutan Iran ungguli Vietnam

7 Maret 2023

Hasil Ketat Timnas Vietnam Vs Iran, Australia Vs Qatar Piala Asia U20, Siapa Lolos Grup B?

7 Maret 2023

Gratis Legal, Link Live Streaming Vietnam Vs Iran Piala Asia U20 Sore Hari Ini, Siapa Lolos?

7 Maret 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Head of Travel Management & Direct Retail PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Indonesia), Maria Susana

Berburu Promo Tiket Murah di Travel Fair? Waspadai 3 Hal Penting Ini Agar Tidak Buntung

20 Juli 2026
Primaya Hospital gelar seminar edukasi perimenopause. Pahami perubahan hormon, gejala fisik, hingga perawatan medis bagi perempuan usia 40 tahun ke atas.

Edukasi Perimenopause Primaya Hospital: Kunci Perempuan Tetap Sehat dan Produktif di Usia 40-an

20 Juli 2026
Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Baby Happy gelar Gerakan Anti Ruam di 10 kota untuk lindungi skin barrier bayi demi tumbuh kembang optimal.

Hari Anak Nasional 2026: Baby Happy Perluas Gerakan Anti Ruam Sasar 50 Ribu Ibu dan Bayi

20 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.