Sampit (pilar.id) – Data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kematian bayi di Kalimantan Tengah sepanjang 2016 hingga 2020 mengalami penurunan. Rasio kematian bayi di Kalteng sebesar 33,8 per 1.000 pada 2020.
Artinya, terdapat hampir 34 bayi yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun dalam 1.000 kelahiran hidup. Selain itu, kasus kematian ibu juga perlu menjadi perhatian bersama agar bisa ditekan.
Bupati Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah Halikinnor merestui rencana pendirian rumah sakit ibu dan anak di daerah itu, karena sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Sudah ada investornya. Mereka meminta restu dan saya secara lisan sudah menyetujui, karena saya melihat ini juga kebutuhan kita,” ungkap Halikinnor di Sampit, Rabu (25/5/2022).
Halikinnor menjelaskan rumah sakit ibu dan anak bukan khusus rumah sakit bersalin. Rumah sakit ini nantinya fokus untuk menangani semua penyakit yang menyangkut ibu dan anak.
Dia tidak merinci lebih jauh rencana pembangunan rumah sakit tersebut. Namun, dia berharap RS ibu dan anak tersebut bisa terwujud, karena bermanfaat untuk masyarakat Kotawaringin Timur.
Halikinnor berharap hadirnya rumah sakit ibu dan anak dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak melalui penanganan yang lebih intensif.
“Masih banyak yang kita hadapi terkait kesehatan ibu dan anak, seperti stunting, kematian ibu dan anak. Kita berharap itu bisa terus ditekan. Perlu ada penanganan khusus terhadap ibu dan anak,” tuturnya.
Kehadiran rumah sakit ibu dan anak nantinya juga diharapkan bisa mengurai banyaknya pasien yang harus ditangani RSUD dr Murjani Sampit, sehingga semua bisa ditangani lebih optimal.
Pemerintah daerah juga akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan RSUD dr Murjani Sampit, rumah sakit pratama serta Puskesmas di daerah ini. (din/Antara)










