Palu (pilar.id) – Perempuan merupakan salah satu sosok penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Termasuk dalam urusan ekonomi.
Demi mencapai ketahanan ekonomi keluarga yang lebih baik, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palu, Sulawesi Tengah, Diah Puspita mendorong pemberdayaan dengan meningkatkan keterampilan perempuan.
“Berbicara kesejahteraan keluarga maka erat kaitannya dengan perempuan, oleh karena itu kami mendorong itu lewat program pemberdayaan,” kata Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita saat menghadiri kegiatan praktik keterampilan perempuan di Palu, Selasa (28/6/2022).
Menurut dia, perempuan merupakan salah satu komponen di masyarakat yang dapat dilibatkan dalam pembangunan potensi kaum hawa di berbagai bidang sebagai upaya kesetaraan gender dalam mewujudkan ketahanan ekonomi keluarga.
Meski kodrat kaum laki-laki sebagai pemberi nafkah, namun keterlibatan perempuan juga tidak kalah penting sebagai penyeimbang, dengan harapan dapat terwujud masyarakat yang adil dan sejahtera.
“Hal ini perlu untuk disikapi secara arif dan bijaksana oleh pemerintah, mengingat kaum perempuan dari sisi kuantitas menempati urutan pertama dari komposisi masyarakat,” ujar Diah.
Oleh karena itu peningkatan kapasitas keterampilan salah satu langkah dinilai dapat memberikan efek positif terhadap perkembangan ekonomi keluarga.
“Keterampilan yang diimplementasikan pada kegiatan usaha sesuai dengan keahlian masing-masing, baik melalui kelompok maupun secara individu tentu akan mendatangkan nilai ekonomis, sekaligus membuka lapangan kerja baru,” tutur Diah.
Ia mengemukakan sasaran pemberdayaan keterampilan perempuan oleh TP-PKK lebih mengarah pada kaum hawa yang belum memiliki kemapanan secara ekonomi, sehingga dengan intervensi itu diharapkan secara perlahan perekonomian mereka berangsur lebih membaik dari sebelumnya.
Ia menambahkan peningkatan keterampilan perempuan sejalan dengan salah satu Program Prioritas Pemerintah Kota Palu (Pemkot) bantuan sasaran dan prasarana kegiatan usaha mikro sebagai stimulan memacu kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk mereka.
“Kesuksesan ketahanan dan kekuatan ekonomi keluarga tidak terlepas dari keharmonisan rumah tangga,” demikian Diah. (fat)








