Bengkulu (pilar.id) – Beberapa tahun terakhir, kopi menjadi salah satu produk kuliner dan pertanian yang cukup populer di masyarakat. Kondisi ini memberikan dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang bergerak di bidang industri kopi.
Seperti usaha UMKM yang dirintis oleh Supriyadi, 55 tahun. Ia merupakan pemilik dari usaha UMKM Kopi Lestari. Dalam sebulan, Supriyadi mengaku mampu menjual hingga 1,4 ton produk Kopi Lestasi dan dijual ke berbagai daerah di Indonesia.
Saat ditemui di Desa IV Suku Menanti, Kecamatan Sindang Dataran, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (10/7/2022), Supriyadi mengatakan jika Kopi Lestasi juga sempat jadi kopi dengan tingkat penjualan tertinggi kedua di ajang Festival Koi Nusantara di Jakarta Kreatif Festival (JakreatiFest) 2022.
Di acara yang berlangsung pada 16 hingga 18 Juni 2022 tersebut, Kopi Lestari mampu terjual hingga 560 kilogram. Semua penjualan itu, hanya dalam kurun waktu tiga hari saja.
“Untuk produk biji kopi kering atau green bean tujuan Jakarta per bulan sekitar 600 kg, kemudian ke Kota Bengkulu 200 kg. Selanjutnya ke Kota Palembang dalam bentuk green bean 500 kg serta dalam bentuk kopi bubuk 60 kg per bulan,” kata dia.
Dia menjelaskan, produk kopi jenis green bean tersebut dijualnya Rp42.000 per kg dan dalam bentuk kopi bubuk Rp90.000 per kg serta yang sudah diroasting Rp85.000 per kg, di mana kopi yang dijualnya ini merupakan jenis kopi robusta petik merah.
Kopi robusta yang dijualnya itu dihasilkan dari kebun miliknya seluas 4 hektare serta biji kopi petik merah basah yang dibelinya dari petani setempat seharga Rp4.500 per kg, dan dalam bentuk biji kering Rp25.000 per kg.
Biji kopi yang dibelinya dari masyarakat ini kemudian dikeringkan selama 12 hingga 20 hari, kemudian untuk kopi kering selanjutnya dilakukan penyortiran yang melibatkan warga sekitarnya Rp2.500 per kg.
Produk Kopi Lestari yang dikelolanya itu kata Supriyadi sejak 2018 lalu menjadi binaan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu dan telah menerima bantuan alat produksi seperti mesin roasting, mesin pulper (pengupas kulit buah kopi), mesin huller.
Kemudian pada 2019 bantuan dari BI perwakilan Bengkulu yang diterimanya bersama dengan petani lainnya berupa pembangunan gedung jemur untuk badan usaha milik petani (BUMP) yang beranggotakan tiga kelompok petani. Pembuatan gedung penjemuran kopi ini dilakukan di delapan lokasi tersebar di beberapa kelompok tani lainnya.
Sebelumnya, Kopi Bermani dan Kopi Lestari asal Kabupaten Rejang Lebong tampil mewakili daerah itu pada Festival Kopi Nusantara yang dikemas dalam Jakarta Kreatif Festival (JaKreatiFest) 2022 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta.
Kopi Bermani (Bermani Coffee) dan Kopi Lestari asal Kabupaten Rejang Lebong ini diikutsertakan dalam Festival Kopi Nusantara karena keduanya merupakan pelaku UMKM binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. (fat)

