Jakarta (pilar.id) – Perencana Muda Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Fisca Miswari Aulia mengungkapkan, terdapat lima provinsi di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk termiskin terbanyak. Kelima provinsi tersebut adalah, Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Sumatera Utara (Sumut), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Jawa Timur yang pertama,” kata Fisca, di Jakarta, Rabu (13/7/2022).
Adapun Jatim memiliki jumlah penduduk miskin sebanyak 4.419,10 jiwa, disusul Jateng sebanyak 3.980,90 jiwa, Jabar (3.920,23 jiwa). Kemudian Sumut dan NTT masing-masing sebanyak 1.283,89 jiwa dan 1.153,79 jiwa.
Fisca juga menyampaikan, masih terdapat 22,72 persen atau 2,4 juta jiwa penduduk miskin usia 0-17 tahun yang tidak memiliki akta kelahiran. Selain itu, terdapat 14,3 persen atau 1,5 juta jiwa mengaku memiliki akta kelahiran tapi tidak bisa menunjukkan dokumen tersebut.
Di sisi lain, masih terdapat 7,54 persen penduduk miskin yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Padahal, kepemilikan dokumen-dokumen tersebut sangat penting sebagai database untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial.
“Dokumen ini sebagai prasyarat untuk mereka bisa mendapat bantuan. Jadi mereka harus terdata dulu,” kata Fisca.
Pemerintah, lanjut Fisca, pada 2024 mendatang menargetkan tingkat kemiskinan sebesar 6-7 persen. Sementara untuk kemiskinan ektrem ditarget berada di level 0 persen. “Ini agak menantang mengingat waktunya tinggal 2,5 tahun lagi ya,” kata dia. (ach/hdl)

