Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini
  • Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Dua Mantan Teroris Bercerita Bagaimana Mereka Terpapar Virus Radikalisme di FGD Moderasi Beragama Kemenag

Dua Mantan Teroris Bercerita Bagaimana Mereka Terpapar Virus Radikalisme di FGD Moderasi Beragama Kemenag

Peristiwa Dina Prihatini15 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Focus Group Discussion (FGD ) Moderasi Beragama, di Rumah Adat Melayu Pontianak. (Foto : Ist)

Pontianak (pilar.id) – Radikalisme merupakan virus yang bisa menimpa siapa saja. Perlu pemahaman pancasila dengan baik dan pengamalan yang benar agar tidak terpapar.

Mantan Komandan NII Wilayah 9 dan pendiri NII Crisis Centre (Pusat Rehabilitasi Korban NII dan Radikalisme), Ken Setiawan  mengakui jika ia bisa terpapar virus radikal karena menganggap pancasila itu sebagai pujaan berhala.

Padahal konsep pancasila sudah finish secara utuh sebagai falsafah negara Indonesia.

“Saya dulu belajar dengan guru yang salah. Sehingga memahamai tafsir-tafsir dengan cara yang salah. Saya juga menganggap pancasila itu pujaan berhala. Padahal sejatinya, tidak ada pertentangan dalam Pancasila mengenai ajaran-ajaran agama,” kata Ken saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD ) Moderasi Beragama, di Rumah Adat Melayu, Kamis (14/7/2022) yang dilaksanakan Kementerian Agama Kota Pontianak.

Menurutnya dari anggapan keliru terhadap pancasila, memudahkan seseorang untuk berpindah haluan dari nilai-nilai agama sebenarnya.

Ditambah lagi permasalahan munculnya sikap intoleran di tengah masyarakat, memicu paham radikal ini tumbuh. Ada kelompok yang mengaku pancasilais, tapi tidak memahami makna sebenarnya dari pancasila itu sendiri.

Merasa kelompoknya benar, sementara kelompok lain salah. Ken menyatakan untuk menghindari virus radikal ini, masyarakat perlu memahami dan mengamalkan pancasila secara berurutan, tidak melompat.

Dimulai dengan mengamalkan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, ini akan menciptakan pribadi yang damai. Di satu sisi, memang agama di Indonesia beragam, namun intinya Tuhan itu tetap satu, hanya penamaan untuk Tuhan itu saja berbeda.

Ketika sudah meresapi dan mengaplikasikan sila pertama dengan baik, sila ke dua akan mudah diimplementasikan melalui prinsip memanusiakan manusia (sila kedua) walau berbeda agama dan etnis.

“Setelah kita beradab, maka kita bersatu (sila ketiga), kemudian bermusyawarah mufakat, in syaa Allah barulah berkeadilan sosial (sila kelima). Ini yang harus kita bangun, boleh berbeda tapi jangan menyalahkan sehingga kita bisa berdamai semuanya antar ummat beragama,” papar Ken.

Masih menurut Ken, dia berharap, umat beragama harus sering bertemu dalam kegiatan positif untuk memupuk persatuan dan meminimalisir masuknya radikalisme.

Ken juga yakin, dengan hadirnya kegiatan perkumpulan ini akan tercipta moderasi beragama yang indah. Karena selama ini dia melihat, perkumpulan lintas agama ini masih kurang, jadi perlu ditingkatkan.

Narasumber lainnya, Rosnazizi, mantan narapidana teroris asal Singkawang yang pernah terpapar radikalisme bercerita dan mengisahkan pengalamannya hingga bisa terpapar paham radikalisme.

Ketika itu dia hanya belajar satu guru yang melahirkan opini dan aksi menyesatkan. Padahal untuk mendapatkan ilmu yang benar harus banyak guru yang diikuti.

“Kita harus beajar dari sumber yang benar. Jangan hanya satu pintu. Dulu saya juga menganggap pancasila itu bertentangan dengan quran dan sunnah. Tapi hari ini saya mengatakan pancasila sudah sesuai dengan quran dan sunnah,” terangnya.

Namun, Rosnazizi tetap berpesan agar umat beragama tidak mudah menilai secara negative umat beragama lainnya dari sisi penampilan.

“Belum tentu penampilan berciri kaum radikal itu, faktanya radikal, bisa sebaliknya. Yang harus diperhatikan, akhlak kita dalam kehidupan bermasyarakat,” urainya.

Kakanwi Kemenag Kalbar Syahrul Yadi, menyatakan, hadirnya dua narasumber (Ken Setiawan dan Rosnazizi) ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pemahaman kepada masyarakat khususnya peserta FGD tentang paham radikal dan moderasi beragama yang menjadi prioritas program nasional.

Menurut Syahrul, potensi persatuan dan perpecahan di Indonesia , Kalbar khususnya sangat kental, maka harus kembali pada kebhinekaan tunggal ika.

“Orang beragama rentan dan sangat mudah tersinggung jika bicara soal agama. Kencang bahkan tidak dipikirkan dari sisi budaya, bahkan nyawa pun siap untuk dikorbankan. Ada kekuatan kiri dan kanan, maka kita harus menguatkan kekuatan tengah, yaitu bermoderasi agama,” tutur Syahrul Yadi.

FGD itu sendiri mengusung tema “Moderasi Beragama dan Pluralisme: Sebuah Alternatif dan Solusi Problem Kebangsaan”.

Hadir sebagai peserta dalam kegiatan itu sebanyak 300 orang. Terdiri dari pengelola pondok pesantren, pengurus masjid, penyuluh lintas agama se kota Pontianak, dan Paguyuban Merah Putih Kota Pontianak.

Selain mantan aktivis radikalisme, mantan teroris, Drs. H. Syharul Yadi M.Si juga turut menjadi pembicara. FGD ini sebagai sarana penyampaian konsep penguatan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama sebagai upaya pencegahan radikalisme guna mendukung semangat toleransi dan kerukunan beragama di kota Pontianak.

Berdasarkan release panitia kegiatan, FGD ini bertujuan menumbuhkembangkan penguatan internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di kalangan pengelola pesantren, pengurus masjid serta penyuluh lintas agama.

Tentunya dalam bingkai toleransi dan kerukunan sebagai upaya pencegahan radikalisme di kota Pontianak-Kalbar, sekaligus menguatkan kerjasama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif melalui penguatan moderasi beragama di kota Pontianak.

Selain itu agar masing-masing pihak, pengelola pesantren, pengurus masjid dan penyuluh lintas agama menyadari ancaman pemikiran atau pemahaman keagamaan eksklusif dan ekstrem yang telah menyusup ke seluruh lini instansi dan lembaga.

Sehingga pihak pesantren dan pengurus-pengurus masjid dapat mengambil langkah-langkah kongkrit untuk mengantisipasinya.

Pihak pengelola pesantren dan pengurus masjid kota Pontianak beserta penyuluh lintas agama juga diharapkan dapat menggalakkan dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungannya, melalui FGD ini.

Tujuannya sebagai upaya pencegahan paham radikalisme yang telah merangsek masuk ke pesantren dan masjid-masjid kota Pontianak. (din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Ken Setiawan Mantan Komandan NII Wilayah 9 dan pendiri NII Crisis Centre (Pusat Rehabilitasi Korban NII dan Radikalisme)
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Kemenkes mengajak masyarakat tidak memberi stigma kepada ODHIV. Peningkatan temuan kasus HIV di Sidoarjo disebut mencerminkan keberhasilan deteksi dini.

Kemenkes Minta Publik Tak Stigma ODHIV, Peningkatan Temuan Kasus Hasil Deteksi Dini

25 Juli 2026
Haryo Limanseto

Pemerintah Berlakukan Bea Masuk 0 Persen untuk Industri MRO dan Petrokimia Lewat PMK Nomor 50 Tahun 2026

25 Juli 2026
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.