Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi
  • Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia
  • Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah
  • Polres Probolinggo Siagakan 92 Personel Amankan Yadnya Kasada 2026 di Gunung Bromo
  • Tim Bulutangkis Polri Juara Umum SEA Police Badminton Championship 2026, Borong 4 Emas dan 2 Perak di Kamboja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Internasional»Krisis Ekonomi Sri Lanka, Akademisi Unair: Kombinasi Berbagai Faktor

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Akademisi Unair: Kombinasi Berbagai Faktor

Internasional Hendro D. Laksono16 Juli 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Sri Lanka di atas gedung Kantor Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe di tengah berlanjutnya krisis ekonomi di Kota Kolombo, Sri Lanka, Rabu (13/7/2022). (Foto : Antara)

Surabaya (pilar.id) – Belakangan Sri Lanka mengalami krisis ekonomi berkelanjutan. Salah satu penyebab krisis tersebut adalah utang luar negeri yang melimpah yang tak mampu dibayar oleh Sri Lanka.

Menurut pakar ekonomi Universitas Airlangga Dr Miguel Angel Esquivias Padilla MSE, krisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka disebabkan oleh adanya kombinasi beberapa faktor yaitu ekonomi, politik, dan sosial.

Kombinasi faktor tersebut kurang pas, apalagi diperparah dengan tekanan kondisi Covid-19 serta tekanan perang Rusia dan Ukraina.

“Namun demikian, dari dulu memang perekonomian Sri Lanka sudah memiliki beberapa kelemahan yaitu Sri Lanka punya utang yang cukup besar,” ungkapnya.

Pada tahun 2005, kata Miguel, Sri Lanka sudah mengalami defisit yang bertambah dari tahun ke tahun. Aspek pertumbuhan ekonomi Sri Lanka dari 2005 hingga 2021, mengalami enam kali pertumbuhan ekonomi yang negatif. Sri Lanka juga mengalami sebuah transformasi dalam perekonomian dimana manufaktur perindustrian menurun.

“Sri Lanka mengalami kondisi atau perubahan ekstraksional dalam perekonomiannya,” terang Miguel.

Pakar ekonomi Universitas Airlangga Dr Miguel Angel Esquivias Padilla MSE

Dosen Unair kelahiran Meksiko itu menambahkan bahwa krisis yang dialami Sri Lanka juga dipengaruhi kondisi Covid-19. Pandemi berdampak pada penerimaan valuta asing karena Sri Lanka tergantung pada uang yang dikirim dari luar negeri.

“Hampir sepuluh persen dari perekonomian Sri Lanka tergantung pada penerimaan uang dari luar negeri atau penerimaan dari aspek jasa pariwisata,” tuturnya.

Baca Juga  Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

Selain itu, juga terjadi kelangkaan beberapa barang di Sri Lanka. Semua faktor itu menjadi satu sehingga menciptakan sebuah masalah yang cukup besar.

Hal yang bisa dijadikan pelajaran dari kasus krisis ekonomi di Sri Lanka adalah tentang ketergantungan negara terhadap impor dan barang dari luar negeri.

Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair itu, Sri Lanka sendiri sangat bergantung pada negara lain, misal pupuk dan input lain yang penting.

“Ketika terjadi krisis seperti ini, Sri Lanka dalam negeri tidak memiliki kapabilitas atau kapasitas untuk bisa mengganti produk tersebut dengan produk lokal,” ucapnya.

Miguel menyarankan, suatu negara perlu menjaga defisit perekonomian yang mereka miliki. Jangan sampai terlalu lama membiarkan defisit bertambah terus menerus.

“Sri Lanka banyak memiliki proyek investasi infrastruktur dan sebagainya, tapi sebagian besar bersifat utang,” tuturnya.

Sri Lanka mengalami pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil sehingga sangat meragukan apakah Sri Lanka bisa membayar utangnya atau tidak.

“Ternyata Sri Lanka tidak dapat melunasi utangnya karena struktur perekonomian yang sangat lemah untuk menghadapi utang sebesar itu,” jelasnya.

Dikatakan Miguel bahwa perekonomian di indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi selama 22 tahun secara berturut-turut. Nilai tambah dari perekonomian Indonesia juga jauh lebih solid dari pada Sri Lanka.

“Industri juga lebih berkembang dari aspek stabilitas masyarakat, aspek makro ekonomi, dan aspek politik,” jelasnya.

Baca Juga  Mahasiswa Unair Berbagi Pengalaman Exchange ke Universitas Terbaik di Hungaria

Utang Indonesia saat ini masih dalam kondisi sangat aman. Indonesia memang membutuhkan dana tersebut untuk bisa membiayai proyek pertumbuhan dan proyek untuk masyarakat. “Jadi, saya rasa isu utang bukan suatu masalah lagi untuk Indonesia,” terangnya. (hdl)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Covid-19 Konflik Rusia-Ukraina Krisis Sri Lanka Universitas Airlangga

Berita Lainnya

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo gelar pelatihan BLS di KBRI Rabat, bekali diaspora Indonesia dengan keterampilan darurat medis penting.

FK UNAIR dan RSUD Dr Soetomo Latih BLS Diaspora Indonesia di Maroko, Perkuat Respons Darurat Global

27 April 2026
FK UNAIR dan IDGNH Belanda sepakat menjalin kolaborasi internasional untuk riset, pertukaran ahli, dan peningkatan layanan medis.

Sinergi Lintas Benua: FK UNAIR dan IDGNH Belanda Jalin Kolaborasi Global untuk Tingkatkan Kualitas Kesehatan

23 April 2026
Mahasiswa UNAIR ciptakan Biofilter Farmtech, karpet kandang anti bau yang ubah limbah jadi kompos, juara 1 Business Plan nasional UPB.

Mahasiswa Universitas Airlangga Ciptakan Karpet Kandang Anti Bau, Raih Juara 1 Nasional Business Plan

22 April 2026
Guru Besar Sosiologi Gender Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Emy Susanti

Makna Hari Kartini 2026: Guru Besar UNAIR Tekankan Otonomi Perempuan dan Soroti Beban Ganda

21 April 2026
Wira Dharma Alrasyid

Lebaran Tanpa Mudik, Mahasiswa UNAIR Asal Aceh Pilih Bertahan di Surabaya dan Temukan Makna Baru

21 Maret 2026
Guru Besar Departemen Komunikasi, Prof Dra Rachmah Ida M Com PhD

Pemerintah Batasi Akun Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Konten Digital

13 Maret 2026
Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE, MSc

Pakar UNAIR: Zakat Berperan Strategis Kurangi Ketimpangan Sosial di Indonesia

6 Maret 2026
Lailatul Muniroh SKM MKes, Dosen Program Studi Gizi FKM Universitas Airlangga

Pola Tidur Sehat Saat Puasa, Kunci Tekan Risiko Gangguan Metabolik di Bulan Ramadan

28 Februari 2026
Salsyabila Putri Pratama

Inspirasi Salsyabila Putri: Kembangkan JIVVA Sportswear, Brand Lokal yang Bidik Tren Gaya Hidup Sehat

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Jarrod Bowen (sumber foto: instagram @jarrodbowen)

Chelsea Pertimbangkan Rekrut Jarrod Bowen, Bintang West Ham yang Jadi Incaran Usai Degradasi

31 Mei 2026
Telkomsel dan TVRI menghadirkan Bola Gembira MAXStream TV untuk Piala Dunia 2026 dengan akses 104 pertandingan, paket khusus, dan 100 ribu akses gratis.

Sambut Piala Dunia 2026, Telkomsel dan TVRI Hadirkan Bola Gembira MAXStream TV, Siarkan 104 Pertandingan hingga Pelosok Indonesia

31 Mei 2026
Guru Besar Linguistik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Dra. Ni Wayan Sartini, M.Hum.

Pakar Linguistik UNAIR Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Daerah di Sekolah

31 Mei 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.