Jakarta (pilar.id) – Jelang Hari Anak Nasional (HAN), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, akan memperkuat dan memperluas layanan kesehatan Posyandu. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Tanah Air.
Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional, sebagai momentum penggugah kepedulian dan partisipasi bangsa dalam menjamin pemenuhan hak anak. Tahun ini, di tengah pandemi covid-19 yang masih dirasakan dampaknya, HAN mengambil tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.
Kata Budi, Posyandu akan dibuat lebih fokus pada upaya promotif preventif seperti skrining dan surveilans, sasarannya juga akan diperluas bukan hanya ibu dan anak tetapi semua siklus hidup mulai dari bayi hingga lansia.
“Saya membutuhkan bantuan kepala daerah untuk membantu agar Posyandu jangan dijadikan layanan kuratif tapi promotif preventif. Untuk menjaga orang hidup sehat, bukan mengobati orang sakit,” ujar Budi, Jumat (22/7/2022).
Selain Posyandu, Menkes juga akan menata ulang laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia. Saat ini jumlah laboratorium yang dapat melakukan diagnosis masih terbatas, kedepan seluruh provinsi di Indonesia ditargetkan memiliki laboratorium pemeriksa PCR.
Bahkan di level Puskemas dan Posyandu juga memiliki alat diagnostik untuk mendiagnosa berbagai penyakit dengan cepat.
“Saya juga butuh dukungan ini karena tidak semua provinsi punya labkesmas, fungsinya bukan hanya surveilans tetapi juga skrining. Untuk tahu masyarakat kita sebenarnya sehat atau tidak,” tuturnya.
Budi menyebutkan, implementasi transformasi sistem kesehatan membutuhkan dukungan seluruh komponen bangsa, tak terkecuali pemerintah daerah. Transformasi sistem kesehatan menjadi prioritas Kementerian Kesehatan dalam dua tahun ini.
“Kami sangat membutuhkan partisipasi dari seluruh komponen bangsa baik itu pemerintah, swasta maupun asing untuk bisa membantu melancarkan keenam pilar transformasi sistem kesehatan,” kata dia.
Adapun, keenam pilar transformasi sistem kesehatan yaitu transformasi layanan kesehatan primer, transformasi layanan rujukan, sistem ketahanan nasional, transformasi sistem pembiayaan, transformasi sumber daya manusia, dan transformasi teknologi kesehatan. (her/din)


