Bukittingi (pilar.id) – Salah satu landskap ikonik yang ada di perbatasan Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, di Provinsi Sumatera Barat dipugar oleh masyarakat sekitar.
Landskap tersebut adalah miniatur jam gadang yang sudah berdiri di Jambu Air dan Parit Putus. Monumen miniatur jam gadang yang ada di dua lokasi tersebut kondisi sudah rusak akibat tidak terurus.
Sehingga, masyarakat berinisiatif melakukan pemugaran terhadap monumen-menumen tersebut. Pemugaran tersebut dilakukan dengan dana yang didapatkan dari pengumpulan donasi ke masyarakat dan tokoh sekitar.
“Miniatur jam gadang yang ada di perbatasan di Bukit Ambacang sudah kami pugar beberapa waktu lalu. Caranya dengan mengumpulkan donasi dari masyarakat dan tokoh-tokoh, dari bentuk tak terurus kemudian menjadi sangat menarik dan mencolok tanpa mengubah bentuk aslinya,” kata Januar Jamil, salah satu pelopor kegiatan rehabilitasi miniatur jam gadang, di Bukittinggi, Selasa (23/8/2022).
Ia menambahkan, miniatur jam gadang itu dibangun oleh Wali Kota Bukittinggi Mayor Nauman Jamiel Dt Mangkuto Ameh yang menjabat dari tahun 1952 sampai 1957.
Januar Jamil mengemukakan bahwa miniatur jam gadang di perbatasan Bukittinggi dan Agam tidak termasuk aset pemerintah daerah.
“Saya sudah hubungi Pemerintah Agam dan Bukittinggi, Jam gadang kecil ini ternyata tidak masuk ke dalam aset meskipun dibangun oleh Wali Kota Bukittinggi tahun 1953,” katanya.
Kondisi yang demikian membuat miniatur jam gadang yang berada di daerah perbatasan kurang terurus. Oleh karena itu, komunitas warga berinisiatif untuk merehabilitasi bangunan tersebut.
“Alhamdulillah banyak donasi dan perhatian dari tokoh di Sumbar. Ada dari anggota DPRD Sumbar, DPRD Bukittinggi. Pemkot Bukittinggi juga bersedia membantu meski belum tercatat dalam aset. Terakhir Mantan Wali Kota yang juga siap membantu bahan yang dibutuhkan,” kata Januar Jamil.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi Martias Wanto mengatakan bahwa pemerintah kota mendukung upaya yang dilakukan komunitas untuk merehabilitasi miniatur jam gadang di daerah batas kota.
“Apa yang diminta, kita bantu. Kemarin sudah diminta alat berat, kita sediakan. Intinya Pemkot Bukittinggi mendukung aksi kawan dari komunitas yang peduli dan berperan aktif dalam proses perbaikan miniatur jam gadang, yang di antaranya sudah berdiri condong itu,” katanya. (fat)

