Jakarta (pilar.id) – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) PKB Saiful Huda mengatakan, Prabowo Subianto dan Puan Maharani agak sulit untuk dipasangkan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. Pasalnya, Puan sebagai kader dari partai politik pemenang pemilu 2019 akan kesulitan untuk mereposisi dirinya.
“Ini di luar Gerindra yang sudah berkoalisi dengan PKB, ya. Itu ngitung saja rumit. Tentu PDIP sebagai partai pemenang pengin dapat kandidasi presiden,” kata Huda, di Jakarta, Rabu (7/9/2022).
Di sisi lain, Huda melihat Prabowo kemungkinan tidak bersedia menjadi calon wakil presiden. Bahkan, banyak pengamat menyatakan kerumitan menentukan posisi capres dan cawapres tersebut.
“Sejak awal kita pengin, partai papan atas ini bikin blok koalisi sendiri. PKB sih nyaman banget, dan sampai sekarang tidak ada masalah,” kata Huda.
Pekan ini, lanjut Huda, PKB dan Partai Gerindra akan meresmikan sekertaris bersama (Sekber). Ia juga mengonfirmasi, Puan akan menemui petinggi PKB pekan depan.
“Kita terima lapang dada. Tamunya Prabowo, tamunya Cak Imin juga. Tamunya Cak Imin, tamunya Pak Prabowo,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid mengatakan, berdasarkan piagam kerja sama, kalau Puan ingin menjadi cawapres Prabowo harus meminta izin terlebih dahulu ke Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Jazilul sendiri tak ingin berandai-andai karena PDI Perjuangan belum memutuskan secara resmi calon yang bakal diusungnya.
“Calonnya kan belum ada di PDIP. Nanti kalau kita putuskan lebih awal, kita nggak menghormati PDIP dong,” kata Jazilul. (ach/din)

