khofifah-pasar-murah-ke-84-pamekasan-kendalikan-inflasi-berdayakan-umkm
Khofifah menggelar Pasar Murah ke-84 di Pamekasan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, dan memberdayakan UMKM.
Khofifah Indar Parawansa, Pasar Murah Pamekasan, pengendalian inflasi Jawa Timur, stabilisasi harga bahan pokok, pemberdayaan UMKM
Pamekasan (pilar.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar Pasar Murah ke-84 sebagai bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (19/7), disambut antusias masyarakat. Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan di tengah dinamika ekonomi sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Khofifah menjelaskan bahwa pelaksanaan Pasar Murah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengantisipasi potensi inflasi yang terus dipantau melalui koordinasi rutin bersama pemerintah pusat.
Menurutnya, pasar murah menjadi instrumen yang efektif untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan di berbagai daerah di Jawa Timur.
Harga Kebutuhan Pokok Lebih Murah dari Pasaran
Dalam Pasar Murah ke-84 ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi sehingga memberikan selisih harga yang cukup signifikan dibandingkan harga pasar.
Komoditas yang dijual antara lain beras premium seharga Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pak, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kilogram.
Khofifah menyebut selisih harga tersebut diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Sebagai contoh, harga daging ayam di pasar Pamekasan berkisar Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram, sedangkan di pasar murah dijual Rp32.000 per kilogram. Demikian pula minyak goreng MinyaKita yang di pasaran dapat mencapai Rp16.000 per liter, sementara pada pasar murah dijual Rp13.000 per liter. Gula pasir yang rata-rata dijual Rp17.500 per kilogram juga dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp14.000 per kilogram.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap akses masyarakat terhadap bahan pangan semakin mudah sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Pasar Murah Sekaligus Perkuat UMKM Lokal
Selain menjadi sarana pengendalian inflasi, Pasar Murah juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi dan pemberdayaan UMKM lokal.
Berbagai produk hasil pelaku usaha mikro dipasarkan bersamaan dengan pelaksanaan pasar murah sehingga masyarakat memiliki kesempatan mengenal sekaligus membeli produk unggulan daerah.
Khofifah menegaskan, keterlibatan UMKM bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan agar pelaku usaha mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih luas.
Setiap penyelenggaraan pasar murah juga dimanfaatkan untuk melakukan proses kurasi terhadap produk-produk UMKM. Produk yang dinilai memenuhi standar kualitas akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui perangkat daerah terkait.
Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas usaha, hingga kesempatan mengikuti misi dagang yang membuka akses pasar nasional maupun internasional.
Menurut Khofifah, proses kurasi dilakukan secara langsung di setiap lokasi pasar murah sehingga pemerintah dapat melihat potensi produk UMKM dari berbagai daerah sebelum memperoleh pembinaan lebih lanjut.
Upaya Berkelanjutan Menjaga Stabilitas Harga
Khofifah berharap pelaksanaan Pasar Murah secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur mampu memberikan manfaat ganda bagi masyarakat.
Selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi, program tersebut juga diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui pertumbuhan UMKM yang semakin kompetitif.
Ia menilai distribusi bahan pangan yang lebih mudah dijangkau masyarakat akan membantu menekan gejolak harga, menjaga ketersediaan komoditas pokok, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis keberlanjutan program Pasar Murah akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan harga pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor usaha mikro dan kecil. (usm)










