Yogyakarta (pilar.id) – Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Yogyakarta meluncurkan tujuh sentra industri kecil menengah (IKM) dari tiga kemantren di Plaza Ngasem, Sabtu (5/11/2022).
Masing-masing kemantren ini adalah Kraton, Mergangsan, dan Suryatmajan. Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM, Tri Karyadi RR mengatakan launching sentra IKM di 3 Kemantren ini merupakan launching ke-enam atau yang terakhir dari 30 sentra IKM di 14 Kemantren Kota Yogyakarta.
“Dengan adanya launching ini yang pertama adalah kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat bahwa di Kota Yogyakarta ada 30 sentra IKM yang 7 diantaranya ada di tiga Kemantren ini. Sehingga harapannya, menambah perbendaharaan destinasi wisata,” jelas Tri.
Kampung-kampung sentra IKM tersebut, lanjut Tri juga akan diwarnai dengan adanya kunjungan wisatawan ke IKM tersebut. Selain itu, melalui sentra IKM juga akan memberikan dorongan dan daya saing yang kuat dengan kemampuan memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian, bukan hanya di DIY namun di indonesia.
“Di era pandemi kemarin, perekonomian di Kota Yogyakarta sempat terkontraksi 2,5 persen dan tidak begitu lama dipertengahan tahun 2022 ini tumbuh positif menjadi 5,2 persen tentunya salah satu penyumbang dari pelaku IKM yang menjadi pahlawan-pahlawan ekonomi kita,” ucapnya.
Selanjutnya, dibutuhkan peran stakeholder pelaku IKM untuk dapat berbenah diri meningkatkan dari sisi-sisi kualitas. Salah satunya dengan pendampingan dan fasilitasi semaksimal mungkin pelaku IKM dapat mengelola untuk meningkatkan nilai jual produk.
“Pada kesempatan ini, marilah menjadi titik awal untuk berbenah diri, dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada dengan kualitas produknya supaya dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya,.
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Kraton, Sumargandi mengatakan peluncuran tiga sentra IKM ini dapat mendukung Kota Yogyakarata sebagai kota pariwisata dan kota budaya untuk bersinergi akan menambah pemberdayaan sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.
“Tentunya ini adalah suatu hal yang baru dan nantinya diharapkan dapat mensejahterakan tiga Kemantren khususnya, di Kraton, Danurejan dan Mergangsan dengan masing-masing sentra IKM-nya untuk mendukung wisata yang ada di kota Yogyakarta,” ucapnya.
Adapun sentra IKM tersebut diantaranya, sentra industri gudeg Panembahan, Industri kulit alas kaki Keparakan, batik dan kaos lukis Tamansari, jumputan dan shibori Suratmajan, serta IKM kacang bawang Suratmajan. (riz/hdl)



