Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan
  • Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua
  • Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat
  • BNI Dukung Festival Seni & Bazaar MSI 2026, Perkuat Pelestarian Budaya, UMKM, dan Ekonomi Kreatif Indonesia
  • Pramono Anung Dukung JF3 2026, Perkuat Ekonomi Kreatif Jakarta Menuju Kota Global
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Gaya Hidup»Teknologi»Peran Strategis Open Finance yang Diprediksi Jadi Masa Depan Fintech

Peran Strategis Open Finance yang Diprediksi Jadi Masa Depan Fintech

Teknologi Dina Prihatini6 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Brankas, penyedia layanan open finance di Indonesia, meyakini bahwa open finance akan menjadi masa depan bagi industri fintech di Indonesia. (Foto : Istimewa)

Jakarta (pilar.id) – Industri fintech di Indonesia diprediksi masih memiliki potensi untuk berkembang seiring
dengan kebutuhan masyarakat yang masih tinggi terhadap layanan keuangan alternatif yang terjangkau.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi underbanked dan unbanked tertinggi di Asia Tenggara, mencapai 81% dari total populasi Indonesia.

Kondisi ini membuat perusahaan fintech memiliki peran krusial untuk menghadirkan layanan keuangan alternatif bagi berbagai lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di luar kota besar.

Di sisi lain, transformasi digital yang berjalan semakin masif di berbagai sektor juga telah membuat kebutuhan masyarakat semakin tinggi terhadap inovasi produk layanan keuangan yang aman, praktis dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Berkaca pada tantangan tersebut, kehadiran open finance lantas menjadi sebuah keniscayaan untuk mendukung fintech agar tetap relevan dengan kondisi industri dan kebutuhan masyarakat, sehingga industri tersebut pun dapat memastikan keberlanjutannya.

Pasar yang menjanjikan di Indonesia lantas membuat jumlah pelaku fintech terus meningkat dan berdampak pada peta persaingan industri yang semakin ketat.

Brankas, penyedia layanan open finance di Indonesia, meyakini bahwa open finance akan menjadi masa depan bagi industri fintech di Indonesia.

Country Manager Brankas di Indonesia, Husni Fuad mengatakan pihaknya melihat bahwa pangsa pasar fintech masih besar di Indonesia, namun hal ini harus diimbangi dengan
kemampuan fintech dalam berinovasi dan menjangkau konsumen lebih luas secara efektif dan efisien.

Baca Juga  CLIK dan AFPI Ingatkan Masyarakat Waspadai Fintech Lending Ilegal

Dalam hal ini, open finance memiliki peran yang strategis bagi fintech untuk mengoptimalkan berbagai peluang di pasar, termasuk mewujudkan berbagai layanan yang sangat dipersonalisasi pada kebutuhan konsumen.

“Saat ini, perkembangan open finance di Indonesia masih berada pada tahap awal, namun kami optimis bahwa open finance menyimpan berbagai potensi yang dapat mendukung masa depan industri fintech di Indonesia,” katanya.

Brankas juga berharap bahwa Indonesia dapat mengikuti jejak Inggris dalam penerapan open finance yang telah mampu membantu pelaku industri keuangan dalam membuka akses keuangan secara merata bagi masyarakat. Pada Juni 2022, jumlah pengguna aktif open finance di Inggris telah mencapai 6 juta dengan jumlah penyedia pihak ketiga sebanyak 128.

“Penggunaan application programming interface (API) bahkan telah bertumbuh dari 15 juta panggilan API perhari pada 2020 menjadi 33 juta panggilan API perhari pada tahun 2022,” jelasnya.

Lantas, bagaimana adopsi open finance dapat membantu fintech dalam mengoptimalkan potensi pasar? Berikut beberapa peran strategis open finance bagi fintech:

Memiliki standar keamanan yang ketat

Adanya arus pertukaran data dalam penerapan open finance telah menjadikan aspek keamanan menjadi hal yang sangat krusial. Open finance pun mampu membawa peningkatan unsur keamanan pada layanan finansial dengan adanya dukungan regulasi yang memfasilitasi pertukaran data finansial. Bahkan, pelaku open finance kerap mengikuti standar keamanan internasional seperti ISO, sehingga open finance dapat memberikan jaminan keamanan data pribadi para pengguna. Hal ini juga dapat membantu fintech mencegah terjadinya fraud dalam proses bisnis mereka dan mengurangi terjadinya penipuan oleh para oknum.

Baca Juga  CLIK dan AFPI Ingatkan Masyarakat Waspadai Fintech Lending Ilegal

Meningkatkan kualitas produk layanan yang dipersonalisasikan untuk pengguna

Dengan kemampuan open finance dalam memfasilitasi pertukaran data finansial di berbagai platform, terbentuklah sebuah pola perilaku yang akan melekat pada setiap pengguna. Informasi mengenai pola perilaku keuangan tersebut dapat dimanfaatkan oleh fintech untuk menghadirkan produk layanan keuangan yang dipersonalisasikan sesuai dengan kebutuhan dan ketertarikan pengguna, sehingga produk dan layanan akan lebih tepat guna dan akan memicu pertumbuhan bisnis fintech.

Meningkatkan customer experience

Open finance telah memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai transaksi keuangan dalam satu aplikasi melalui skema account aggregation serta dapat memudahkan pengguna dalam melakukan proses verifikasi data melalui skema e-KYC. Melalui kecanggihan teknologi tersebut, open finance akan memberikan seamless experience bagi pengguna untuk bertransaksi di berbagai jaringan.

Membantu memberikan skor kredit yang lebih akurat dan komprehensif

Dengan kemampuan open finance untuk dapat berbagi data keuangan dari berbagai perbankan dan lembaga keuangan lain berdasarkan persetujuan pengguna, fintech akan mampu melihat riwayat transaksi keuangan pengguna secara menyeluruh. Untuk itu, pelaku fintech dapat melakukan proses credit scoring secara lebih akurat dan komprehensif dan meminimalkan terjadinya risiko kredit macet di kemudian hari. (din)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
Industri fintech populasi underbanked unbanked

Berita Lainnya

ponsel pinjol stress

CLIK dan AFPI Ingatkan Masyarakat Waspadai Fintech Lending Ilegal

2 Desember 2024
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Kristina Yoko

J Trust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko, Perkuat Dukungan Atlet Indonesia Menuju Panggung Dunia

19 Juli 2026
VinFast resmi membuka 20 dealer motor listrik di kota besar Indonesia pada Juli 2026. Konsumen bisa menjajal lini produk hingga layanan tukar baterai gratis.

VinFast Buka 20 Dealer Motor Listrik di Indonesia: Hadirkan Model Evo, Feliz II, dan Viper

18 Juli 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memperkuat ekosistem Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi untuk menjaga pasokan sembako dan LPG 3 kg.

Khofifah Tinjau Koperasi Merah Putih Tukangkayu Banyuwangi: Pastikan Stok Sembako dan LPG 3 Kg Aman

18 Juli 2026
Moh. Zaki Ubaidillah

Debut Manis di Japan Open 2026: Zaki Ubaidillah Tumbangkan Wakil Denmark dan Lolos 16 Besar

17 Juli 2026
Secure Parking Indonesia sukses mengurai kepadatan mobilitas 6,1 juta pengunjung dan transaksi Rp8,2 triliun selama 32 hari Jakarta Fair 2026.

Sukses Kelola Parkir 6,1 Juta Pengunjung Jakarta Fair 2026, Begini Strategi Secure Parking Meta

16 Juli 2026
Berita Lainnya
Bank Jatim dan Bank NTT menjalin kerja sama layanan remitansi internasional untuk memperluas akses keuangan, mendukung PMI, dan memperkuat sinergi BPD.

Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi BPD Lewat Kerja Sama Remitansi Internasional untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan

24 Juli 2026
Rano Karno meresmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan uji coba Open Dining untuk memperkuat wisata, budaya, dan ekonomi kreatif Jakarta.

Rano Karno Resmikan Open Top Tour Jakarta Batavia dan Uji Coba Open Dining, Perkuat Wisata Kota Tua

23 Juli 2026
Pemkot Surabaya memasang portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih untuk menjamin tarif maksimal Rp5.000, transparansi, dan keamanan kendaraan.

Pemkot Surabaya Pasang Portal dan CCTV di Parkir Makam Keputih, Tarif Maksimal Rp5.000 Kini Diawasi Ketat

23 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.