Jakarta (pilar.id) – Lembaga suvery Charta Politika merilis temuan terbarunya terkait ‘Catatan Akhir Tahun: Tren Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024, Kamis (22/12/2022). Salah satunya yang menarik, terkait dengan suara PDI Perjuangan yang pecah ke beberapa figur.
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjelaskan, suara PDI Perjuangan paling besar diberikan kepada Ganjar Pranowo, yakni sebanyak 68,3 persen. Sebagian lagi, suara PDI Perjuangan justru diberikan kepada Prabowo Subianto, yaitu sebanyak 13,6 persen.
“PDIP makin bulat, suaranya 68,3 persen dari seluruh pemilih PDI Perjuangan, menyatakan memilih Ganjar. Ada 13,6 persen dari pemilih PDI Perjuangan yang memilih Prabowo karena ada isu Prabowo-Puan,” papar Yunarto, di Jakarta, Kamis (22/12/2022).
Sementara itu, Puan Maharanni harus bekerja keras. Karena, hanya 4,9 persen pemilih PDI Perjuangan yang bakal memilihnya. Menariknya, sebagian pemilih PDI Perjuangan juga lari ke Anies Baswedan, yakni sebesar 4,2 persen, dan Ridwan Kamil 3,1 persen.
“Dan masih jadi PR (pekerjaan rumah) besar buat Puan yang hanya mendapatkan 4,9 persen dari seluruh pemilih PDI Perjuangan,” kata Yunarto.
Menurut Yunarto, PDI Perjuangan tidak sulit untuk memutuskan calon presiden sendirian. Namun, hal itu juga tidak mudah bagi PDI Perjuangan membentuk koalisi sendiri tanpa didukung mesin partai politik lain.
“Karena kekuatan mesin partai politiknya hanya di angka 20 persenan,” kata Yunarto.
Kini, lanjut Yunarto, publik tengah menanti kejutan dari PDI Perjuangan menjelang ulang tahunnya ke-50, pada 10 Januari 2023 mendatang. Terutama, terkait keputusan calon presiden yang akan diusungnya, yaitu Ganjar atau Puan.
“Apakah akan ada pengambilan keputusan, terutama dua nama yang disebut antara Puan atau Ganjar,” katanya. (ach/hdl)










