Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Sutarmidji Paparkan Beberapa Perkembangan di Kawasan Perbatasan Kalbar

Sutarmidji Paparkan Beberapa Perkembangan di Kawasan Perbatasan Kalbar

Peristiwa Dina Prihatini28 Desember 2022
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur Kalbar Sutarmidji. (Foto :Adpim Kalbar)

Pontianak (pilar.id) – Bahwa wajah atau tampilan Perbatasan di era pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah sangat bagus sekali.

Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji menegaskan hal itu saat bersama Budayawan dan tokoh masyarakat, Prof. Dr. Chairil Effendy, serta Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak, Dr. Purwanto, S.H., M.Hum, FCBArb mengikuti acara Live Dialog Obrolan Siang (OBSI) dengan tema “Membangun Perbatasan, Merawat NKRI”, Selasa (27/12/2022).

“Khususnya di PLBN sudah lebih bagus kecuali di Kabupaten Sintang (Sungai Kelik) yang masih proses pembangunan, kemudian Infrastruktur seperti jalan juga sudah ada, hanya saja letak perbatasan yang ada di Indonesia jaraknya terlalu jauh dari perbatasan yang ada,” kata Sutarmidji.

Dijelaskannya bahwa desa yang ada di sekitar perbatasan sudah berwarna hijau artinya mengindikasikan desa maju atau Desa Mandiri, hanya ada satu atau dua saja yang berwarna Kuning menandakan sebagai Desa yang masih berkembang.

“Bila desa di sekitar perbatasan indikatornya sudah berwarna hijau artinya Infrastruktur pendidikan, listriknya sudah ada, hanya saja permasalahannya adalah akses menuju ke sekolahnya yang jauh, selain itu kelistrikannya juga belum menjangkau ke semua desa,” urainya.

Gubernur Kalbar selama ini terus mendorong bagaimana desa-desa agar indikatornya menjadi Desa Mandiri dimana ada 54 Indikator yang berkaitan dengan masyarakat, seperti akses Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Perbankan dan sebagainya.

“Jika semuanya bisa terpenuhi diharapkan nantinya tidak ada lagi warga perbatasan yang akan kerja, dan sekolah di Malaysia,” tuturnya.

Baca Juga  Wujud Syukur atas Panen Padi, Bupati Sambas Apresiasi Upacara Adat Naik Dango ke XV

Ucapan terima kasih Gubernur tak luput akan perhatian dari Presiden Joko Widodo yang telah melakukan pembangunan dan memperhatikan wilayah perbatasan, hanya saja dirinya menyayangkan ranah pengelolaannya lebih banyak pada Pemerintah Pusat terutama pada Perdagangan Luar Negeri.

“Kita sebagai pemerintah daerah akan terus mendorong agar lebih maksimal lagi, kemudian perlunya diperjelas antara kewenangan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam hal pengelolaan perbatasan dan hal tersebut harus segera diselesaikan,” tuturnya..

Terkait infrastruktur pendidikan tinggi dan tenaga pengajar yang yang masih kurang di daerah perbatasan, Rektor Universitas Panca Bhakti Pontianak, menjelaskan perlunya kolaborasi kepada semua pihak untuk bersama-sama bersinergi merencanakan dan membangun infrastruktur khususnya sarana pendidikan di wilayah perbatasan.

“Perlunya kerjasama dalam peningkatan sumber daya manusia khususnya kebutuhan tenaga pengajar, untuk itu perlunya menggelorakan kepada lulusan-lulusan perguruan tinggi untuk bersemangat membangun desanya, bagi yang berdomisili di wilayah perbatasan hendaknya setelah selesai menyelesaikan pendidikan kembali membangun kampung halamannya,” ucapnya.

Terkait produk unggulan Kalbar yang dapat meningkatkan komoditas ekspor, dirinya menilai perlu adanya riset yang kuat untuk mengolah produk ekspor tersebut, peningkatan kualitas dan kuantitas produk ekspor tersebut harus adanya proteksi, untuk itu perlunya perlindungan terhadap produk-produk komoditas ekspor tersebut maka perlunya kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Hukum dan HAM RI, untuk dapat bersama-sama melindungi produk ekspor tersebut.

Dipandang dari sisi Kebudayaan dimana banyaknya masyarakat perbatasan tidak melanjutkan pendidikan tinggi tapi lebih memilih bekerja di luar negeri dibanding membangun dan mengembangkan desanya, Budayawan Prof. Chairil Effendi mengungkapkan bahwa persoalan ekonomi tidak dapat dianggap enteng, dimana disatu sisi dianggap miris tapi disatu sisi dianggap sebagai survive mereka untuk bertahan hidup, hal itu dikarenakan fasilitasi Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan di sana yang kurang memadai, namun kita tidak boleh meragukan rasa Nasionalisme mereka yang tinggi.

Baca Juga  Capaian Optimal di 66 Tahun Pemprov Kalbar

“Kita patut bersyukur bahwa masyarakat di perbatasan itu adalah masyarakat yang sangat terbuka dan toleran, sehingga ketika usia negara Indonesia sudah 77 Tahun merdeka dan masih ada masalah sosial ekonomi tapi tidak ada suara-suara yang miris meskipun ada istilah “Garuda di Dadaku, Malaysia di Perutku”, dan mudah-mudahan kedepannya dengan pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat hal itu tidak lagi terdengar,” papar mantan Rektor UNTAN ini.

Terkait sosial kultural masyarakat di perbatasan yang harus menjadi perhatian kita semua adalah permasalahan identitas yang mulai tergerus oleh budaya luar, masyarakat yang dimanfaatkan oleh para kapitalis dengan mencoba mencari keuntungan yang lebih besar, dan permasalahan nasionalisme,” tutupnya.

Acara ini juga membahas masalah Perbatasan di wilayah Kalimantan Barat dimana ada 5 (lima) wilayah Kabupaten yang berbatasan yaitu Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Kabupaten Sintang yang berbatasan dengan Negara Malaysia (Sarawak). (din)

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

Gubernur Kalbar Sutarmidji Kalimantan Barat Kawasan Perbatasan

Berita Lainnya

Rangkong gading (foto: dok menlhk.go.id)

Mengenal Rangkong Gading yang Setia: Burung Maskulin, Maskot Provinsi Kalimantan Barat

6 Mei 2025
Grup ABM, khususnya CKB Logistics, diharap dapat memperluas jangkauan bisnis sekaligus menciptakan peluang baru

CKB Logistics Resmikan Kantor Baru di Pontianak untuk Dukung Industri Pertambangan Kalimantan Barat

25 September 2024

Sutarmidji Minta Bank Kalbar Tingkatkan Kualitas Kerja

27 April 2023

Gubernur Gelar Open House di Pendopo

24 April 2023

Jaga Persatuan dan Kesatuan di Tahun Politik

23 April 2023

Sebanyak 3.050 Pasukan Siapkan Jalan Operasi Ketupat

18 April 2023

Universitas OSO Bantu Pemprov Tingkatkan IPM

17 April 2023

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Sungai Asam

16 April 2023

Siap Sukseskan Mudik Lebaran Tahun 2023

14 April 2023
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.