Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final
  • PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah
  • Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes
  • Menaker Yassierli Gandeng Industri KEK Mandalika Masuk MagangHub, Siapkan Kuota 150 Ribu Peserta untuk Genjot Vokasi
  • Jakarta Kreatif Festival 2026 Dibuka, Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Jajaran 50 Kota Global pada 2030
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Feature»Mengenal Rangkong Gading yang Setia: Burung Maskulin, Maskot Provinsi Kalimantan Barat

Mengenal Rangkong Gading yang Setia: Burung Maskulin, Maskot Provinsi Kalimantan Barat

Feature Retno Wulandari6 Mei 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Rangkong gading (foto: dok menlhk.go.id)
Rangkong gading (foto: dok menlhk.go.id)

Pontianak (pilar.id) – Rangkong gading, burung eksotis dengan paruh khas berwarna gading, menjadi simbol maskot Provinsi Kalimantan Barat. Namun kebanggaan ini berbanding terbalik dengan kenyataan.

Karena nasib burung ini kini berada di ujung tanduk akibat perburuan ilegal, degradasi habitat, dan minimnya upaya konservasi.

Burung ini mendiami hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Thailand selatan, Myanmar selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, hingga Kalimantan. Di seluruh dunia, terdapat 54 jenis burung rangkong. Mereka umumnya hidup di hutan hujan tropis, meskipun beberapa jenis juga bisa ditemukan di wilayah kering seperti Afrika.

Berkurangnya pohon beringin, sumber makanan utama rangkong gading, menjadi salah satu penyebab merosotnya populasi. Pohon ini kerap ditebang karena dianggap tidak memiliki nilai ekonomis.

Burung yang juga dikenal dengan nama lokal seperti Tajak, Tukup, hingga Tekung ini juga menjadi sasaran perburuan karena paruhnya yang eksotis.

Sejak abad ke-17, terutama pada masa Dinasti Ming di Tiongkok, cula atau balung (casque) burung rangkong gading telah dijadikan hiasan mewah.

Investigasi oleh Rangkong Indonesia bersama Yayasan Titian, yang didukung Dana Konservasi Chester Zoo, mencatat bahwa sekitar 6.000 rangkong gading dibantai hanya di Kalimantan Barat selama 2013.

Sementara itu, sepanjang 2015, lebih dari 2.343 paruh disita dari perdagangan ilegal—mayoritas permintaan datang dari Tiongkok.

Burung ini masuk dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999. Bahkan, melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.57/Menhut-II/2008, rangkong gading ditetapkan sebagai spesies prioritas dalam konservasi nasional.

Baca Juga  BRI Catat Kinerja Keuangan Stabil, Layanan Optimal dan Tata Kelola Jadi Kunci

Selain aspek ekologis, rangkong gading juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Dalam tradisi masyarakat Dayak di Kalimantan, burung ini disimbolkan sebagai perwujudan Alam Atas atau alam kedewataan yang bersifat maskulin.

Rangkong gading dianggap sebagai penjaga, pemberi keberanian, sekaligus penghubung antara manusia dengan roh leluhur. Sementara di Provinsi Lampung, satwa ini melambangkan keagungan dan kepemimpinan masyarakat adat.

Ciri khas lain dari rangkong gading adalah sifat monogaminya. Sepasang rangkong hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Proses bersarang pun unik—sang betina akan mengurung diri dalam lubang pohon yang ditutup adonan tanah liat dan kotoran. Sang jantan bertugas memberi makan lewat celah kecil hingga anak mereka menetas dan cukup besar untuk keluar dari sarang. Masa ini berlangsung antara 154 hingga 183 hari.

Konservasi rangkong gading harus menjadi prioritas, tidak hanya karena statusnya sebagai satwa endemik dan dilindungi, tetapi juga karena perannya dalam ekosistem dan warisan budaya. Menyelamatkan burung ini berarti menjaga keseimbangan alam serta merawat identitas budaya masyarakat lokal. (ret/hdl)

Add Pilar.ID as a preferred source on Google+

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id
headline Kalimantan Barat Satwa Dilindungi

Berita Lainnya

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Mohamed Salah (sumber foto: facebook @EgyptNT)

Mesir vs Australia di Piala Dunia 2026: Misi Mohamed Salah Mengukir Sejarah Baru

3 Juli 2026
Linda Komalasari, guru SDN 61 Bengkulu bersama komunitas Science Heroes terapkan metode STEM bimbingan Bakti BCA demi kikis kebosanan belajar sains.

Inovasi STEM Guru Bengkulu: Mengubah Sains Menjadi Petualangan Lewat Komunitas Science Heroes

2 Juli 2026
SalamAir, maskapai bertarif rendah asal Oman

Ekspansi ke Indonesia, SalamAir Resmi Buka Rute Penerbangan Langsung Muscat-Medan PP

2 Juli 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek Flyover Latumenten di Grogol. Proyek senilai Rp259 miliar ini ditargetkan urai macet pada akhir 2026.

Tinjau Flyover Latumenten, Gubernur Pramono Anung Targetkan Proyek Rampung Desember 2026

2 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Piala Dunia 2026: Prancis Siap Tempur Full Team Lawan Paraguay, Kylian Mbappe Kejar Rekor Gol Lionel Messi

4 Juli 2026
(foto: Dok BNI)

HUT Ke-80 BNI: Usung Tema Swadharma Bhakti Nagara, Tegaskan Komitmen Pengabdian dan Transformasi Digital

4 Juli 2026
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Kemenperin Investigasi Ledakan Pabrik Herbal PT Raw Botanical Nusantara di Semarang

3 Juli 2026
Danantara default

BUMN Ekosistem Danantara Indonesia Rampungkan Laporan Keuangan 2025: Kinerja Laba Melonjak Tajam

3 Juli 2026
Berita Lainnya
Kylian Mbappe (sumber foto: facebook @equipedefrance)

Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final

5 Juli 2026
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini

PMI Manufaktur RI Juni 2026 Anjlok ke 46,9, Prof Didik J Rachbini: Industri Nasional Masuk Zona Merah

5 Juli 2026
Proses pembangunan bozem di Tanjungsari, Surabaya

Atasi Banjir Margomulyo, Pemkot Surabaya Bangun Mini Bozem di Lahan Exit Tol Margomulyo-Tandes

4 Juli 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.