Close Menu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Culture
  • Visual
  • Khas
  • Pilar Muda
  • Pilar Wanita
  • Indeks
Facebook Instagram YouTube
TRENDING
  • Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
  • Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap
  • Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office
  • OJK Perkuat BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024-2027, Aset Tembus Rp236,69 Triliun pada Maret 2026
  • Polres Gresik Kembalikan 3 Motor Korban Curanmor dan Begal, AKBP Ramadhan Nasution: Tanpa Biaya Sepeser Pun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter) TikTok RSS
pilar pemilu
Pilar.IDPilar.ID
  • Terkini
  • Ekonomi
  • Sport
  • Lifestyle
  • Visual
  • Pilar Muda
  • Khas
  • Lainnya
    • Pilar Budaya
    • Pilar Bola
    • Pilar Jakarta
    • Pilar Wanita
INDEKS
Pilar.IDPilar.ID
Home»Peristiwa»Politik»Hari ini Dalam Sejarah, Suharto Resmi Dilantik jadi Presiden Gantikan Sukarno

Hari ini Dalam Sejarah, Suharto Resmi Dilantik jadi Presiden Gantikan Sukarno

Politik Hendro D. Laksono26 Maret 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Dua tahun setelah pelantikan itu Presiden Soeharto dan istrinya, Tien Soeharto, berkunjung ke Belanda pada September 1970 (foto: Wikimedia)
Dua tahun setelah pelantikan itu Presiden Soeharto dan istrinya, Tien Soeharto, berkunjung ke Belanda pada September 1970 (foto: Wikimedia)

Jakarta (pilar.id) – Jakarta masih mencekam. Beberapa tokoh politik di daerah, terlebih di kawasan dengan akses informasi yang minim, terus menunggu apa yang akan terjadi.

Spekulasi pun bermunculan. Tentang Sukarno yang tak lagi punya taji. Tentang AH Nasution. Tentang intelijen Amerika Serikat. Dan puncaknya, 26 Maret 1968, Suharto resmi dilantik menjadi Presiden RI menggantikan Sukarno.

Pergantian kepemimpinan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian peristiwa yang mendasarinya. Salah satunya Gerakan 30 September 1965 (G30S), yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk merebut kekuasaan dari Sukarno.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan dan ketakutan di kalangan rakyat dan militer, serta memicu pembantaian massal terhadap anggota dan simpatisan PKI.

Suharto, yang saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), berhasil mengendalikan situasi dan menumpas G30S. Ia kemudian mendapat dukungan dari sebagian besar angkatan bersenjata dan partai politik untuk menggantikan Sukarno.

Seriring waktu, sejarah dan pemahaman terhadap peristiwa ini pun muncul dengan berbagai versi dan revisi. Dan seperti kasus kemanusiaan lain di tanah air, sejarah-sejarah alternatif itu pun terhenti.

Peristiwa lain yang mendasari pergantian kepemimpinan ini adalah pemberian Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) oleh Sukarno kepada Suharto pada 11 Maret 1966. Supersemar memberi kewenangan kepada Suharto sebagai Panglima Angkatan Darat untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi dan kondisi Indonesia yang tidak stabil akibat G30S dan krisis ekonomi.

Baca Juga  Lewat Istana Berbatik 2023, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bangga Budaya Indonesia

Dengan Supersemar, Suharto mulai mengambil alih kekuasaan dari Sukarno secara bertahap, seperti membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), membentuk kabinet baru, dan menekan kelompok-kelompok pro-Sukarno .

Peristiwa lain yang mendasari pergantian kepemimpinan ini adalah penolakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) terhadap pidato pertanggungjawaban Sukarno yang dikenal dengan Nawaksara pada 21 Juni 1966.

Dalam pidato tersebut, Sukarno membela diri dari tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepadanya terkait keterlibatannya dalam G30S dan kegagalannya dalam memimpin bangsa. Namun, MPRS menilai pidato tersebut tidak memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan sebelumnya dan mencabut gelar presiden seumur hidup dari Sukarno.

MPRS juga memberhentikan Sukarno sebagai Presiden pada 22 Juni 1966 dan menunjuk Suharto sebagai pejabat presiden sampai terpilihnya presiden oleh MPR hasil pemilihan umum .

Di luar kondisi politik yang memanas, peristiwa lain yang mendasari pergantian kepemimpinan adalah kondisi ekonomi dan politik yang memburuk. Indonesia mengalami inflasi, kelangkaan bahan pokok, utang luar negeri, dan konflik dengan Malaysia dan Amerika Serikat.

Sukarno juga menerapkan sistem Demokrasi Terpimpin, yang menghapuskan peran parlemen dan partai politik dalam pengambilan keputusan. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan rakyat dan elite politik, yang merasa tidak diwakili oleh Sukarno.

Lalu muncul pernyataan, mengapa Suharto? Konon, saat itu, Suharto dinilai memiliki posisi strategis sebagai Panglima Angkatan Darat yang menguasai pasukan terbesar dan terkuat di Indonesia saat itu.

Baca Juga  Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Suplai Beras dan Kendali Harga

Selain itu, Suharto juga dinilai berhasil menumpas G30S dan mendapat dukungan dari sebagian besar jenderal lainnya yang menganggap Sukarno telah gagal dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI .

Alasan lain mengapa Suharto dipilih adalah karena ia dianggap mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi Indonesia saat itu, seperti krisis ekonomi, konfrontasi dengan Malaysia, pemberontakan di berbagai daerah, dan tekanan internasional.

Suharto juga dianggap lebih moderat dan pragmatis daripada jenderal-jenderal senior lainnya yang cenderung radikal dan idealis.

Kekuatannya sebagai pemimpin militer dalam menangani G30S dan berbagai pemberontakan regional, membuat dia memiliki citra positif dan meraih dukungan dari partai politik non-komunis, seperti Partai Nasional Indonesia (PNI), Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), dan Partai Katolik.

Pergantian kepemimpinan hari ini 55 tahun silam ini tentu saja mendapat perlawanan dari sejumlah kelompok, khususnya kelompok-kelompok yang setia kepada Sukarno. Namun, perlawanan mereka kandas, karena tidak memiliki dukungan riil dari kekuatan militer dan masyarakat luas. (hdl)

 

line

Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Pilar.id

line  

G30S/PKI hari ini dalam sejarah Ir Soekarno Presiden RI Sejarah Soeharto

Berita Lainnya

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Soroti Ancaman Hoaks dan AI: Segelintir Orang Bisa Ganggu Stabilitas Negara

8 April 2026
Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Ungkap Strategi Transformasi Bangsa, Indonesia Capai Swasembada Beras 2025

6 Januari 2026
Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Apresiasi Capaian 91 Emas Indonesia di SEA Games 2025

20 Desember 2025
Dracula (1992), film horor yang diadaptasi dari buku Bram Stoker

Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Bram Stoker, Penulis Dracula yang Mengubah Dunia Sastra Horor

8 November 2025
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan reshuffle kabinet dan pembentukan kementerian baru di Kantor Presiden, Jakarta. Dalam kesempatan itu ia didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Lantik Lima Menteri Baru dan Bentuk Kementerian Haji

8 September 2025
Presiden Prabowo usai menjenguk warga dan aparat korban demo di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur

Prabowo Jenguk Korban Aksi Ricuh di RS Polri: Ada Warga Perempuan Patah Kaki hingga Motor Dirampas

1 September 2025
Presiden RI Prabowo Subianto (foto: Dok BPMI Setpres)

Prabowo Pimpin Sidang Kabinet, Tegaskan Soliditas TNI-Polri dan Langkah Tegas Jaga Stabilitas Nasional

1 September 2025
Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama ketua umum partai politik di parlemen

Presiden dan Parpol Setujui Penghapusan Tunjangan DPR dan Setop Kunjungan Luar Negeri

31 Agustus 2025
Presiden RI Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Mengaku Kecewa atas Insiden Drivel Ojol yang Tewas, Minta Pengusutan Tuntas

29 Agustus 2025
Leave A Reply Cancel Reply

FOTO PILIHAN
Penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.255.244.538.149,00 dari Kejaksaan Agung kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Rp13,25 Triliun dari Kejaksaan Agung

Foto Pilihan 23 Oktober 2025
Lomba Open Water Swimming di Ternate jadi ajang memperkuat sinergi TNI, Pemda, dan masyarakat dalam semangat nasionalisme dan cinta laut.

Lomba Open Water Swimming di Ternate Perkuat Sinergi TNI dan Pemda Maluku Utara

Foto Pilihan 16 Oktober 2025
Aksi live painting BUNTA iNOUE

Pagelaran Sabang Merauke 2025 Sukses Hibur 28.000 Penonton di Jakarta

Foto Pilihan 26 Agustus 2025
TNI tampil gemilang di Bastille Day 2025 di Paris.

TNI Tampil di Parade Bastille Day 2025, Simbol Eratnya Kemitraan Indonesia–Prancis

Foto Pilihan 15 Juli 2025
Artotel Wanderlust dan Prambanan Jazz Festival

Jazz Night PJF 2025 di ARTOTEL TS Suites Surabaya Hadirkan Nuansa Musik Intim dan Penuh Warna

Foto Pilihan 15 Juni 2025
Berita Pilihan
Ilustrasi Bitcoin (foto: Karolina Grabowska, pexels)

Bitcoin Anjlok di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Kripto Global Kehilangan Triliunan Rupiah

29 Mei 2026
Naomi Osaka tampil mencuri perhatian di French Open 2026 lewat busana couture berkilau sebelum meraih kemenangan di Paris.

Naomi Osaka Curi Perhatian di French Open 2026 dengan Gaun Emas Berkilau dan Gaya Couture

28 Mei 2026
Crystal Palace menjuarai Liga Conference 2025/26 usai mengalahkan Rayo Vallecano 1-0 di final. Gelar Eropa pertama The Eagles tercipta di Leipzig.

Crystal Palace Juara Liga Conference 2025/26 Usai Kalahkan Rayo Vallecano di Final

28 Mei 2026
Ruri Agung Wahyuono

ITS Kembangkan Strip Test Kit Pendeteksi Minyak Babi, Praktis untuk Muslim Traveler dan UMKM

27 Mei 2026
Sejumlah pesawat Garuda Indonesia sedang parkir di bandara udara (foto: Ekky Wicaksono, pexels)

Garuda Indonesia Catat OTP Haji 98,21 Persen, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

25 Mei 2026
Berita Lainnya
Dwi Wulan Ramadani

Alumni Ekonomi Islam UNAIR Berkiprah di Kebijakan Energi Nasional, Dwi Wulan Ramadani Dorong Transisi Energi Berkelanjutan

3 Juni 2026
Barang bukti kasus perdagangan bagian satwa dilindungi berupa gading gajah di Kabupaten Gianyar, Bali

Perdagangan Gading Gajah di Bali Terbongkar, Berkas Perkara Tersangka Sudah Dinyatakan Lengkap

2 Juni 2026
Sylvester Stallone dalam Rambo: Last Blood (2019)

Rambo: Last Blood (2019): Misi Balas Dendam Terakhir John Rambo yang Menuai Kontroversi dan Sukses di Box Office

2 Juni 2026
© 2026 pilar.ID | beritajatim.com network
  • Beranda
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Arsip Berita
  • Indeks

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.