Jakarta (pilar.id) – Tepat 178 tahun silam, pada 8 November 1847, dunia menyambut kelahiran Abraham “Bram” Stoker, penulis asal Irlandia yang dikenal luas melalui novel horor legendarisnya, Dracula (1897).
Karya monumental ini bukan hanya menjadi tonggak sastra gotik, tetapi juga melahirkan ikon vampir modern yang memengaruhi budaya populer hingga abad ke-21.
Kehidupan Awal Bram Stoker
Stoker lahir di 15 Marino Crescent, Clontarf, bagian utara Dublin, Irlandia. Ia merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Abraham Stoker (1799–1876) dan Charlotte Mathilda Blake Thornley (1818–1901).
Masa kecilnya diwarnai sakit-sakitan, namun ia tumbuh menjadi pribadi yang tekun dan cerdas. Keluarga Stoker merupakan anggota Gereja Paroki Irlandia Clontarf, tempat seluruh anak-anaknya dibaptis dan bersekolah.
Perjalanan Karier dan Dunia Teater
Minat Stoker terhadap dunia seni dan teater muncul saat ia bekerja sebagai kritikus teater untuk Dublin Evening Mail, surat kabar yang dimiliki penulis cerita gotik ternama Joseph Sheridan Le Fanu.
Selain menulis, Stoker juga aktif dalam dunia seni rupa dan menjadi pendiri Dublin Sketching Club pada tahun 1874.
Pada 1879, ia menerbitkan karya non-fiksi pertamanya berjudul The Duties of Clerks of Petty Sessions in Ireland.
Tiga tahun sebelumnya, ia telah menikah dengan Florence Balcombe, putri seorang perwira, dan kemudian pindah ke London. Di kota itu, Stoker bekerja sebagai manajer bisnis di Lyceum Theatre, teater terkenal milik aktor legendaris Sir Henry Irving.
Kedekatannya dengan Irving memberikan banyak inspirasi bagi Stoker dalam menulis karakter-karakter kuat dan misterius, termasuk sosok Count Dracula yang kelak mendunia.
Karya-Karya Bram Stoker
Selain Dracula, Stoker menulis sejumlah novel dan cerita pendek lainnya seperti:
- The Snake’s Pass (1890)
- The Jewel of Seven Stars (1903)
- The Lady of the Shroud (1909)
- Lair of the White Worm (1911)
Serta kumpulan cerita Under the Sunset (1881) dan Dracula’s Guest (1914), yang diterbitkan setelah kematiannya oleh sang istri, Florence.
Hingga kini, Dracula tetap menjadi karya klasik yang diadaptasi ke berbagai medium — film, teater, hingga serial televisi — menjadikan nama Bram Stoker abadi dalam sejarah sastra dunia. (usm/hdl)










