Surabaya (pilar.id) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket, di Ruang Kerja Wagub Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Kamis (18/5/2023) sore.
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai peluang kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, dan budaya.
Salah satunya adalah peningkatan perdagangan komoditas dari Jawa Timur ke Uni Eropa, pengiriman pelajar atau mahasiswa ke negara-negara di Uni Eropa, serta kerja sama dalam bidang budaya.
Emil menyampaikan bahwa dari tahun 2018 hingga 2022, neraca perdagangan antara Jawa Timur dan Uni Eropa mengalami fluktuasi, dengan tren pertumbuhan yang melambat rata-rata sebesar -2,99 persen per tahun.
Pada tahun 2018, Jawa Timur mengalami defisit perdagangan sebesar 306,554 juta Dollar AS, di mana nilai ekspor ke Uni Eropa hanya sebesar 2.493,43 juta Dollar AS sedangkan nilai impornya mencapai 2.799,98 juta Dollar AS.
Namun, kondisi ini membaik dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2022 Jawa Timur mencatatkan surplus sebesar 174,12 juta Dollar AS. Nilai ekspor Jawa Timur ke Uni Eropa mencapai 2.376,70 juta Dollar AS, sedangkan nilai impornya senilai 2.202,58 juta Dollar AS.
“Dalam pertemuan ini, kita akan membahas peluang perdagangan komoditas dari Jawa Timur ke Uni Eropa, termasuk ekspor beberapa produk unggulan. Dengan demikian, kita berharap neraca perdagangan kita dengan Uni Eropa dapat mencapai surplus,” ujar Emil.
Beberapa komoditas non-migas dari Jawa Timur yang diekspor ke Uni Eropa meliputi alas kaki, kayu dan barang dari kayu, berbagai produk kimia, bahan kimia organik, kendaraan dan suku cadangnya, perabot dan penerangan rumah, tembakau, lemak dan minyak hewan/tumbuhan, makanan olahan, besi dan baja, serta kertas dan karton.
Sementara itu, komoditas impor dari Uni Eropa ke Jawa Timur meliputi mesin-mesin/pesawat mekanik, pupuk, bubur kayu atau pulp, besi dan baja, susu, mentega, dan telur, ikan dan udang, bahan kimia organik, mesin/peralatan listrik, plastik dan barang dari plastik, serta kertas dan karton.
Emil juga menyebutkan tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA), yang merupakan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa yang diluncurkan pada tanggal 18 Juli 2016.
Perjanjian ini sedang dalam tahap perundingan dan mencakup berbagai aspek hubungan ekonomi. IEU-CEPA diharapkan dapat membuka akses pasar bagi produk ekspor Indonesia ke Uni Eropa dan meningkatkan daya saing produk tersebut.
IEU-CEPA tidak hanya memberikan peningkatan akses pasar untuk produk Indonesia, tetapi juga mendorong perdagangan jasa dan investasi yang berperan penting dalam pemulihan ekonomi,” tambah Emil.
Lebih lanjut, dalam bidang pendidikan, Emil berbicara tentang keinginannya untuk mengirimkan siswa SMK dan SMA yang berbakat dari Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan ke lembaga-lembaga kejuruan di Jerman. Hal ini didiskusikan dengan diaspora Indonesia di Jerman.
Emil juga mendorong siswa SMK agar mempelajari bahasa negara tujuan mereka sehingga peluang mereka untuk belajar di luar negeri dapat meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket, menyatakan bahwa diskusi dengan Wagub Jawa Timur dan jajaran terkait kerja sama ekonomi, pendidikan, dan peluang kerja sama perdagangan. Piket menyoroti daya tarik beberapa komoditas yang dimiliki oleh Jawa Timur.
Piket juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Universitas Airlangga untuk membahas beberapa program studi terkait Eropa.
Ia menganggap kunjungannya ini sebagai kesempatan luar biasa untuk memberikan pidato kepada para mahasiswa. Selain itu, Piket juga berencana mengunjungi pabrik yang memproses minyak kelapa sawit, komoditas utama dari Jawa Timur.
Menurut Piket, Jawa Timur adalah provinsi yang memiliki jumlah penduduk yang besar dan kekuatan ekonomi yang kuat di Indonesia.
Terdapat banyak peluang yang dapat dieksplorasi, terutama dalam perdagangan. Piket berencana untuk melakukan program sosialisasi di beberapa perusahaan di Jawa Timur tahun depan, yang akan membahas peluang berbisnis dengan Eropa serta perdagangan dan investasi. (hdl)

