Jakarta (pilar.id) – Perusahaan insurtech di bidang kesehatan, Rey, terus berkomitmen untuk membantu startup dan UMKM dalam menyediakan manfaat kesehatan bagi karyawan mereka.
Layanan ReyforBusiness (RFB) yang diluncurkan pada akhir tahun 2022 telah digunakan oleh lebih dari 3.000 anggota dari lebih dari 20 perusahaan.
Gilang Perdana, Head of Business Rey, mengungkapkan bahwa RFB bukan hanya sekadar asuransi kesehatan, tetapi juga menyediakan manfaat kesehatan yang holistik.
“Dengan RFB, perusahaan dapat memberikan perlindungan kesehatan kepada karyawan mereka, sehingga risiko biaya medis yang tinggi dapat diminimalkan,” terang Gilang.
Layanan ini, lanjut dia, memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mencapai kesejahteraan melalui manfaat wellness yang tersedia.
Dikatakan pula, ke depan, Rey dapat menjangkau lebih banyak startup dan UMKM di Indonesia, yang berjumlah lebih dari 2.346 startup dan 65.465 UMKM.
Dengan penerimaan yang baik dari para pelaku bisnis, Gilang optimis dapat menjangkau lebih dari 100 perusahaan startup dan UMKM hingga akhir tahun 2023.
ReyforBusiness merupakan inovasi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan pelaku bisnis startup dan UMKM yang ingin memberikan perlindungan kesehatan bagi karyawan mereka.
Beberapa perusahaan, seperti Koperasi Telkomsel (KISEL) dan startup fintech Finku, telah merasakan manfaat dari layanan ini. KISEL menyediakan manfaat kesehatan holistik ReyforBusiness untuk lebih dari 1.900 karyawan mereka. Sementara itu, Finku menggunakan RFB untuk memberikan manfaat kesehatan kepada 31 karyawan mereka.
Manfaat kesehatan yang disediakan oleh ReyforBusiness meliputi layanan telekonsultasi gratis dengan dokter, pemesanan obat secara online tanpa biaya tambahan, akses mudah ke jadwal pengobatan dan pertanggungan perawatan melalui fitur ReyCare, kartu cashless ReyCard untuk membayar pengobatan di lebih dari 10.000 fasilitas kesehatan di Indonesia, dan proses klaim reimbursement rawat jalan yang cepat.
Selain itu, layanan ini juga menawarkan fitur ReyFit yang memotivasi karyawan untuk hidup sehat dan mengevaluasi pencapaian target kesehatan mereka.
“Melalui RFB, pelaku usaha mendapatkan paradigma baru bahwa membangun serta mengharapkan bisnis berkembang dan bertahan lama membutuhkan pengelolaan yang tepat mulai dari SDM hingga keuangan,” kata Gilang.
Mengasuransikan karyawan, katanya, adalah mitigasi keuangan perusahaan dari beban biaya pengobatan, dan mitigasi proses bisnis yang dapat terganggu jika karyawan mengalami tekanan finansial karena harus membayar biaya pengobatan sendiri atau dibiayai dengan utang.
“Mengasuransikan karyawan juga dapat menghindari angka turnover sebab karyawan cenderung membandingkan fasilitas yang ia dapat dari tempat kerja sekarang dengan tempat kerja lainnya,” tutup Gilang. (usm/hdl)









